Rabu, 22 April 2026

Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-499: AS akan Kirim Bom Tandan, Human Rights Watch Tolak Keras

Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-499, Jumat (7/7/2023): Human Rights Watch menentang rencana AS untuk mengirim bom tandan ke Kyiv.

Tayang:
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
zoom-inlihat foto Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-499: AS akan Kirim Bom Tandan, Human Rights Watch Tolak Keras
Twitter @POTUS
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menemui Presiden Amerika Serikat Joe Biden di Washington, DC pada Rabu, 21 Desember 2022. Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-499 pada Jumat, 7 Juli 2023: Human Rights Watch menolak keras rencana pengiriman bom tandan dari AS ke Ukraina dan menentang penggunaan bom terlarang itu dalam invasi Rusia di Ukraina. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Amerika Serikat digadang-gadang tengah berencana untuk mengirimkan bom tandan atau bom curah yang dilarang ke Ukraina di tengah berlangsungnya perang Rusia.

Rencana untuk melibatkan bom tanda dalam perang Rusia vs Ukraina pun langsung menarik perhatian Human Rights Watch yang menentangnya.

Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian pada Jumat (7/7/2023) atau hari ke-499 perang, Human Rights Watch telah meminta Rusia dan Ukraina untuk berhenti menggunakan bom curah.

Human Rights Watch juga mendesak AS untuk tidak memasok amunisi ke Ukraina, di tengah laporan bahwa pemerintahan Joe Biden siap untuk memasukkan senjata kontroversial tersebut ke dalam paket bantuan militer baru.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-498: Apartemen di Lviv Dihantam Rudal, 4 Orang Tewas

Pasukan Rusia dan Ukraina telah menggunakan bom curah, yang pecah di udara dan melepaskan sejumlah besar bom kecil di area yang luas, dalam perang yang dimulai sejak 24 Februari 2020 ini.

Bom tersebut dirancang untuk meledak saat menghantam tanah, namun tidak selalu meledak.

Sehingga, hal tersebut memunculkan risiko bagi warga sipil selama bertahun-tahun setelahnya.

Senjata yang pertama kali digunakan dalam Perang Dunia II tersebut dilarang oleh lebih dari 120 negara di bawah Konvensi Munisi Tandan pada tahun 2008.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-497: Serangan Balasan Ukraina Mulai Membuahkan Hasil

Rusia, Ukraina, dan AS diketahui menolak untuk menandatangani perjanjian tersebut.

Ukraina sendiri telah mendesak anggota Kongres AS untuk menekan Gedung Putih agar menyetujui pengiriman bom cluster.

Pejabat AS mengatakan bom cluster akan efektif untuk Ukraina melawan pasukan Rusia dalam posisi pertahanan yang kuat.

Pada Kamis (6/7/2023), Gedung Putih menyatakan bahwa menyediakan munisi tandan ke Ukraina sedang dalam "pertimbangan aktif".

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-496: Serangan Pesawat Tak Berawak Tewaskan 2 Orang di Sumy

Selain itu, pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa pemerintah diperkirakan akan mengumumkan paket bantuan senjata baru yang akan mencakup senjata ini pada hari Jumat.

Pasukan Ukraina dan Rusia telah menggunakan munisi tandan yang menyebabkan banyak kematian warga sipil dan cedera serius, ungkap Human Rights Watch dalam sebuah laporan pada hari Kamis.

Human Rights Watch pun menyerukan agar baik Rusia maupun Ukraina segera berhenti menggunakan senjata yang “inheren sembarangan”.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-495: Pesawat Tak Berawak Rusia Kembali Serang Ibu Kota Kyiv

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved