Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-376: Unit Elit Pasukan Zelensky Perkuat Wilayah Bakhmut

Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-376, Senin (6/3/2023): unit elit dari pasukan militer Presiden Volodymyr Zelensky perkuat wilayah Kota Bakhmut.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
AFP/STR
Sebuah gambar selebaran yang diambil dan dirilis pada 4 April 2022 oleh layanan pers kepresidenan Ukraina menunjukkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kedua kiri) mengunjungi Kota Bucha, barat laut Ibu Kota Ukraina, Kyiv. (Photo by UKRAINIAN PRESIDENTIAL PRESS SERVICE / AFP). 

Itu juga akan menempatkan dua kota baru yang dikuasai Ukraina di sebelah barat Bakhmut, yakni Konstantinovka dan Kramatorsk, di garis depan.

Ada tanda-tanda bahwa Ukraina sedang bersiap untuk mundur, dengan video yang muncul selama beberapa minggu terakhir tentang jembatan yang hancur di sisi yang dikuasai Ukraina.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-364: Putin Tangguhkan Perjanjian Nuklir Rusia-Amerika Serikat

Rusia mengarahkan pandangannya untuk menaklukkan kota musim panas lalu dan secara bertahap beringsut menuju kota.

Pasukan tentara bayaran Wagner dapat meningkatkan upaya mereka pada bulan Oktober setelah merekrut ribuan tahanan Rusia dengan janji kebebasan dengan imbalan enam bulan pelayanan.

Ribuan orang Ukraina dan Rusia telah terluka hingga terbunuh dalam pertempuran untuk Bakhmut, dan analis militer serta pasukan Ukraina mengatakan itu akan menjadi kemenangan simbolis bagi Rusia jika mereka merebut kota itu setelah serangkaian kekalahan tahun lalu.

Sejak memulai invasi, pasukan Rusia telah menaklukkan wilayah di wilayah Donbas (Donetsk dan Luhansk), Ukraina sekaligus, serta menerobos dengan menghantam daerah-daerah tersebut menggunakan stok artileri mereka yang lebih besar.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-363: 2 Mantan PM Inggris Kompak Desak Petahana soal Jet

Video situasi Kota Bakhmut dalam sepekan terakhir menunjukkan banyak bangunan hangus, roboh atau tanpa jendela.

Beberapa ribu warga sipil yang masih tinggal di kota telah terkurung di ruang bawah tanah selama berbulan-bulan tanpa aliran air, listrik, atau gas.

Kota-kota yang diperebutkan lainnya di daerah tersebut telah sepenuhnya terhapus dari peta.

Rekaman drone yang diterbitkan minggu lalu di Marinka, sebuah kota yang dulunya berbatasan dengan garis depan 2014, dan terletak di selatan Bakhmut, menunjukkan kota itu pun telah hancur menjadi puing-puing.

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved