Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-364: Putin Tangguhkan Perjanjian Nuklir Rusia-Amerika Serikat
Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-364, Rabu (22/2/2023): Presiden Vladimir Putin menangguhkan partisipasinya dalam perjanjian nuklir dengan AS.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNGORONTALO.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa negaranya menangguhkan partisipasi dalam perjanjian nuklir dengan Amerika Serikat.
Dilansir TribunGorontalo.com dari Reuters pada Rabu (22/2/2023) atau hari ke-364 perang Ukraina, Putin mengatakan bahwa Rusia menangguhkan partisipasinya dalam perjanjian START Baru (New START) dengan AS yang membatasi persenjataan nuklir strategis kedua pihak.
Hal itu diungkapkan Putin dalam pidatonya pada Selasa (21/2/2023) kemarin.
Putin menekankan bahwa Rusia tidak menarik diri dari perjanjian itu tetapi penangguhan itu semakin membahayakan pilar kendali senjata terakhir yang tersisa antara AS dan Rusia, yang di antara mereka memegang hampir 90 persen hulu ledak nuklir dunia yang cukup untuk menghancurkan planet ini berkali-kali lipat.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-363: 2 Mantan PM Inggris Kompak Desak Petahana soal Jet
"Dalam hal ini, saya terpaksa mengumumkan hari ini bahwa Rusia menangguhkan keikutsertaannya dalam perjanjian senjata ofensif strategis," kata Putin kepada anggota parlemen menjelang akhir pidato besar di parlemen, jelang satu tahun setelah perang di Ukraina.
Sebagaimana diketahui, invasi Rusia ke Ukraina dimulai Putin pada 24 Februari 2022 lalu.
Putin mengatakan perusahaan energi nuklir Rusia Rosatom juga harus memastikan kesiapan negara itu untuk menguji senjata nuklir, jika diperlukan.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-362: Zelensky Klaim Pasukan Putin Rugi Luar Biasa Signifikan
“Tentu saja, kami tidak akan menjadi yang pertama melakukan ini. Tapi jika Amerika Serikat mengujinya, maka kami akan melakukannya,” ujar Putin.
"Tidak seorang pun harus berada di bawah ilusi berbahaya bahwa paritas strategis global dapat dihancurkan." lanjutnya.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-360: AS Klaim Tentara Bayaran Wagner Derita Banyak Kematian
Untuk diketahui, Perjanjian START Baru ditandatangani di Praha pada tahun 2010, mulai berlaku pada tahun berikutnya dan diperpanjang pada tahun 2021 selama 5 tahun lagi tepat setelah Presiden AS Joe Biden menjabat.
Perjanjian ini membatasi jumlah hulu ledak nuklir strategis yang dapat dikerahkan AS dan Rusia, serta penyebaran rudal dan pembom berbasis darat dan kapal selam untuk mengirimkannya.
Rusia memiliki persediaan senjata nuklir terbesar di dunia, dengan hampir 6.000 hulu ledak, kata para ahli.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-359: Zelensky Kesampingkan Kesepakatan Penyerahan Wilayahnya
Serangan di Kherson
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tidak mengomentari pidato Putin tersebut.
Namun, dilansir TribunGorontalo.com dari Al Jazeera, Zelensky mengecam Rusia atas penembakan hari Selasa di Kota Kherson, Ukraina wilayah selatan, yang menewaskan sedikitnya 6 orang dan melukai puluhan korban lainnya.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-358: Bos Tentara Bayaran Wagner Akui Alami Kesulitan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.