Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-363: 2 Mantan PM Inggris Kompak Desak Petahana soal Jet
Update perang Rusia vs Ukraina Hari ke-363, Selasa (21/2/2023): Dua mantan Perdana Menteri Inggris desak Rishi Sunak untuk kirim jet tempur ke Kyiv.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNGORONTALO.COM - Dua mantan Perdana Menteri Inggris yakni Boris Johnson dan Liz Truss mendesak Rishi Sunak sang petahana untuk mengirim jet tempur ke Ukraina di tengah perang Rusia yang hampir berlangsung setahun lamanya.
Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian pada Selasa (21/2/2023) atau hari ke-363 perang Rusia, Johnson dan Truss mendesak PM Inggris Rishi Sunak untuk mengirim jet tempur ke Ukraina selama debat di House of Commons.
Truss mengatakan dia "tidak sabar untuk melihat jet tempur di atas Ukraina" selama kontribusi pertamanya sebagai anggota parlemen sejak pengunduran dirinya dari jabatan PM Inggris menggantikan Jonhson pada bulan Oktober 2022 lalu.
Sementara Johnson, pendahulu Truss yang mengundurkan diri pada bulan Juli 2022, mendesak pemerintah untuk "mengejar" dan "berikan mereka pesawat".
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-362: Zelensky Klaim Pasukan Putin Rugi Luar Biasa Signifikan
Intervensi keduanya menambah tekanan pada Sunak untuk mengirim jet tempur Inggris ke Ukraina.
“Kita perlu melakukan semua yang kita bisa untuk memastikan Ukraina memenangkan perang ini secepat mungkin,” kata Truss dalam debat tentang konflik di Ukraina.
“Setiap hari ekstra, nyawa hilang, wanita dilanggar, kota-kota hancur. Kita perlu melakukan semua yang kita bisa, secepat yang kita bisa." lanjutnya.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-360: AS Klaim Tentara Bayaran Wagner Derita Banyak Kematian
“Pandangan saya adalah itu termasuk jet tempur dan kami telah berdiskusi hari ini tentang opsi mana yang terbaik … setelah berbicara dengan Ukraina tentang hal ini, berbulan-bulan yang lalu, saya tahu apa yang mereka inginkan adalah sebuah opsi.” ungkap Truss.
Truss menambahkan:
“(Kami) memasok senjata ke Ukraina, dan banyak orang di sekitar ruangan ini berkomentar bahwa mungkin kami seharusnya memasok senjata lebih awal, tetapi saya dapat memberi tahu Anda dari bekerja di dalam pemerintahan, bahwa kami melakukan semua yang kami bisa secepat mungkin untuk membujuk sekutu, dan kami sekarang telah membangun aliansi negara-negara yang memasok senjata-senjata itu dan saya tidak sabar untuk melihat tank-tanknya, dan saya tidak sabar untuk melihat jet tempur di Ukraina untuk membantu orang-orang Ukraina yang pemberani itu.”
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-359: Zelensky Kesampingkan Kesepakatan Penyerahan Wilayahnya
Truss juga menegaskan pemerintah harus memastikan bahwa "uang yang disita dari negara Rusia digunakan untuk membangun kembali Ukraina" dan bahwa "setiap pencabutan sanksi terkait dengan reformasi di Rusia".
Sementara itu, Johnson memperingatkan anggota parlemen bahwa Rusia akan mendapat manfaat dari Cina yang memasok senjata mematikan untuk mendukung invasi.
“Rakyat Ukraina tidak hanya berjuang untuk kebebasan mereka, tetapi juga demi kebebasan di seluruh dunia. Kita harus memberikan apa yang mereka butuhkan, bukan bulan depan, bukan tahun depan, tapi sekarang,” ujar Johnson.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-358: Bos Tentara Bayaran Wagner Akui Alami Kesulitan
Adapun perdebatan Commons tersebut berlangsung saat Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengunjungi ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Senin (20/2/2023) pagi waktu setempat.
Dikelilingi oleh petugas keamanan yang besar, Biden disambut oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan berjalan-jalan bersama di sekitar pusat kota.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.