Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-365: Uni Eropa Tidak Satu Suara soal Beri Putin Sanksi Lagi

Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-365, Kamis (23/2/2023): Uni Eropa gagal sepakati paket sanksi baru ke pemerintahan Presiden Vladimir Putin.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
Twitter media afiliasi Pemerintah Rusia/RT_com
Presiden Rusia Vladimir Putin saat menyampaikan pidato kenegaraan di Ibu Kota Rusia, Moskow, pada 21 Februari 2023. Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-365 pada Kamis, 23 Februari 2023: Uni Eropa atau UE gagal sepakati paket sanksi baru terhadap pemerintahan Putin. 

Di sisi lain, Ukraina telah meminta UE untuk melangkah lebih jauh.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-359: Zelensky Kesampingkan Kesepakatan Penyerahan Wilayahnya

Tetapi penentangan dari negara-negara termasuk Hungaria, Bulgaria, Prancis, dan Belgia, menunjukkan bahwa UE saat ini tidak akan membatasi kerja sama dengan industri nuklir Rusia atau berhenti mengimpor berlian.

"Kita perlu memperkuat kebijakan sanksi, karena perang masih berlangsung," kata Menteri Ekonomi Ukraina Yulia Svyrydenko kepada wartawan sebelum menghadiri pembicaraan tertutup di Brussel, pada hari Rabu.

"Ini sangat penting bagi kami. Jadi itulah mengapa kami berharap akan melihat sanksi ini di paket kesepuluh, jika tidak, mungkin di paket berikutnya." imbuhnya.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-358: Bos Tentara Bayaran Wagner Akui Alami Kesulitan

Dikecam PBB

Sementara itu, dilansir TribunGorontalo.com dari Al Jazeera, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres mengecam invasi Rusia ke Ukraina.

Guterres menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap Piagam PBB dan hukum internasional.

Selain itu, Guterres juga menyerukan ancaman Rusia tentang kemungkinan penggunaan senjata nuklir.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-357: NATO Ungkap Moskow Siapkan Pertarungan Udara

“Kami telah mendengar ancaman implisit untuk menggunakan senjata nuklir." kata Guterres kepada Majelis Umum PBB pada pertemuan untuk menandai peringatan 1 tahun perang di Ukraina.

"Apa yang disebut penggunaan taktis senjata nuklir sama sekali tidak dapat diterima. Ini adalah waktu yang tepat untuk mundur dari jurang,” sambungnya.

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved