Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-365: Uni Eropa Tidak Satu Suara soal Beri Putin Sanksi Lagi
Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-365, Kamis (23/2/2023): Uni Eropa gagal sepakati paket sanksi baru ke pemerintahan Presiden Vladimir Putin.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNGORONTALO.COM - Uni Eropa telah gagal menyepakati serangkaian sanksi baru terhadap Rusia yang dimaksudkan untuk memperingati satu tahun perang di Ukraina.
Dilansir TribunGorontalo.com dari Reuters pada Kamis (23/2/2023) atau hari ke-365 perang Rusia vs Ukraina, negara-negara Uni Eropa tidak mencapai kesepakatan tentang sanksi baru terhadap Moskow.
Untuk diketahui, pada Rabu (22/2/2023), UE membahas sanksi untuk Rusia sebagai tanggapan atas invasi di Ukraina.
UE merencanakan lebih banyak pembicaraan untuk menyiapkan paket sanksi dalam rangka peringatan satu tahun invasi Rusia ke Ukraina pada Jumat (24/2/2023), kata para diplomat di Brussel, Belgia.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-364: Putin Tangguhkan Perjanjian Nuklir Rusia-Amerika Serikat
Sebagaimana diketahui, invasi di Ukraina dimulai Presiden Rusia Vladimir Putin pada 24 Februari 2022 lalu.
Adapun paket sanksi yang diusulkan UE termasuk pembatasan perdagangan senilai lebih dari 10 miliar euro, menurut kepala eksekutif blok tersebut.
Paket sanksi juga mencakup larangan impor karet Rusia dari UE, serta akan melarang lebih banyak ekspor peralatan teknologi dan suku cadang UE ke Rusia yang mungkin digunakan di medan perang.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-363: 2 Mantan PM Inggris Kompak Desak Petahana soal Jet
Eksekutif yang berbasis di Brussel itu juga menginginkan 27 negara anggota UE melacak aset Rusia dengan lebih baik di tanah mereka karena blok tersebut mencari cara untuk menggunakannya dalam membantu membangun kembali Ukraina setelah perang.
Namun, beberapa negara menolak momok menghadapi denda karena gagal melapor, menurut sumber tersebut.
"Ada beberapa masalah yang belum terselesaikan, termasuk tentang karet dan kewajiban pelaporan," kata salah satu sumber, yang semuanya berbicara tanpa menyebut nama karena kerahasiaan negosiasi antara negara-negara UE.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-362: Zelensky Klaim Pasukan Putin Rugi Luar Biasa Signifikan
Lebih banyak pembicaraan di antara perwakilan anggota UE di Brussel dijadwalkan pada Kamis sore, kata sumber tersebut.
"Kami tetap yakin bahwa kesepakatan akan segera tercapai besok," kata diplomat UE lainnya, seraya menambahkan kesepakatan itu akan diselesaikan secara resmi pada hari Jumat.
Secara keseluruhan, sanksi terhadap Rusia akan menjadi yang terberat yang pernah diberlakukan oleh blok tersebut.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-360: AS Klaim Tentara Bayaran Wagner Derita Banyak Kematian
Paket hukuman ke-10 yang menjulang sejak invasi Rusia dirancang untuk mempersulit pembiayaan perang, termasuk dengan memotong lebih banyak bank termasuk Alfa-Bank swasta dan bank online Tinkoff dari SWIFT.
Mereka juga akan memasukkan orang-orang yang terkait dengan Pengawal Revolusi Iran ke dalam daftar hitam atas produksi drone (pesawat tanpa awak) yang digunakan untuk melawan Ukraina.
Di sisi lain, Ukraina telah meminta UE untuk melangkah lebih jauh.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-359: Zelensky Kesampingkan Kesepakatan Penyerahan Wilayahnya
Tetapi penentangan dari negara-negara termasuk Hungaria, Bulgaria, Prancis, dan Belgia, menunjukkan bahwa UE saat ini tidak akan membatasi kerja sama dengan industri nuklir Rusia atau berhenti mengimpor berlian.
"Kita perlu memperkuat kebijakan sanksi, karena perang masih berlangsung," kata Menteri Ekonomi Ukraina Yulia Svyrydenko kepada wartawan sebelum menghadiri pembicaraan tertutup di Brussel, pada hari Rabu.
"Ini sangat penting bagi kami. Jadi itulah mengapa kami berharap akan melihat sanksi ini di paket kesepuluh, jika tidak, mungkin di paket berikutnya." imbuhnya.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-358: Bos Tentara Bayaran Wagner Akui Alami Kesulitan
Dikecam PBB
Sementara itu, dilansir TribunGorontalo.com dari Al Jazeera, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres mengecam invasi Rusia ke Ukraina.
Guterres menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap Piagam PBB dan hukum internasional.
Selain itu, Guterres juga menyerukan ancaman Rusia tentang kemungkinan penggunaan senjata nuklir.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-357: NATO Ungkap Moskow Siapkan Pertarungan Udara
“Kami telah mendengar ancaman implisit untuk menggunakan senjata nuklir." kata Guterres kepada Majelis Umum PBB pada pertemuan untuk menandai peringatan 1 tahun perang di Ukraina.
"Apa yang disebut penggunaan taktis senjata nuklir sama sekali tidak dapat diterima. Ini adalah waktu yang tepat untuk mundur dari jurang,” sambungnya.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.