Perang Rusia Ukraina
Ibu Kota Ukraina Terancam Beku Akibat Perang Rusia di Musim Dingin, Wali Kota Kyiv Siapkan Rencana
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko menyusun rencana untuk menghadapi keadaan terburuk akibat krisis energi Ukraina di musim dingin akibat perang Rusia.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Wali-Kota-Kyiv-Vitali-Klitschko.jpg)
“Tidak ada jawaban yang jelas. Kami tidak tahu apakah pertahanan udara kami dalam kondisi sempurna saat ini. Saya dapat mengatakan situasinya lebih baik dari dua minggu yang lalu dan jauh lebih baik dari dua bulan yang lalu. Tapi kami masih membutuhkan bantuan dengan senjata pertahanan udara yang lebih banyak dan lebih modern, untuk menyelamatkan nyawa."
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-276: Zelensky Sebut 6 Juta Rumah Tangga Bertahan Tanpa Listrik
Keterkaitan sistem jaringan nasional Ukraina dan ketergantungan pada air panas yang dipompa yang diproduksi di pabrik pusat untuk memanaskan sebagian besar rumah membuat Kyiv rentan terhadap serangan di tempat lain di negara itu.
Meskipun banyak upaya telah dilakukan oleh sekutu Ukraina untuk mengirim unit pembangkit bergerak besar guna membantu melindungi infrastruktur sipil yang kritis, Klitschko tidak melihatnya sebagai jawaban.
“Bagus kami melihat generator besar dikirim tetapi itu masih bukan obat mujarab untuk semua tantangan yang kami hadapi. Hanya satu stasiun pompa air di Kyiv yang membutuhkan 4 megawatt untuk beroperasi." terang Klitschko.
Baca juga: Update Perang Rusia Hari Ke-279: Persediaan Senjata Ukraina Menipis, AS Berencana Pasok Bom Murah
"Selain itu, mereka membutuhkan bahan bakar dalam jumlah besar. Itu sebabnya generator itu ada di rumah sakit dan sekolah, dan situs utama yang sangat penting yang sangat dibutuhkan orang. Karena dengan kapasitas pembangkit baru saja tidak cukup. Itu tidak akan menjembatani defisit yang kita hadapi.” sambungnya.
Bagi Klitschko, hanya ada satu jawaban nyata yakni kekalahan Rusia di medan perang dan berakhirnya konflik.
“Saya bukan Nostradamus jadi saya belum siap memberikan jawaban tentang waktu kapan perang ini akan berakhir tetapi saya tahu bahwa kami akan menang. Saya akan memberi tahu Anda alasannya. Ini adalah aturan perang bahwa orang akan mati dalam pertempuran. Tapi yang paling penting adalah motivasi untuk berjuang." jelas Klitschko.
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-278: Zelensky Sebut Pasukan Putin Rencanakan Serangan Rudal Baru
Klitschko menegaskan bahwa Ukraina terus berjuang karena tak ingin tinggal di negara terkekang yang dikuasai Presiden Rusia Vladimir Putin.
“Belum ada penjelasan nyata kepada tentara Rusia mengapa mereka berperang. Jadi mereka berjuang untuk uang. Kami siap mati untuk keluarga dan anak-anak kami. Kita semua." papar Klitschko.
"Kami berjuang untuk masa depan anak-anak kami, untuk demokrasi dan hak asasi manusia. Karena kami tidak ingin tinggal di negara yang merupakan penjara yang dibangun oleh Putin. Itu sebabnya tentara kita lebih baik mati daripada berlutut.” tandasnya.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)