Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia Hari Ke-279: Persediaan Senjata Ukraina Menipis, AS Berencana Pasok Bom Murah

Update perang Rusia hari ke-279 pada Selasa (29/11/2022): Amerika Serikat sedang tinjau proposal Boeing untuk pasok bom murah ke Ukraina.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
AFP
Presiden AS Joe Biden saat berbicara di Ruang Timur Gedung Putih tentang aktivitas militer Rusia di dekat Ukraina di Washington, DC pada Selasa (15/2/2022). Kabar terbaru dalam perang Rusia vs Ukraina hari ke-279 pada Selasa (29/11/2022): Amerika Serikat sedang mempertimbangkan proposal Boeing untuk memasok bom presisi kecil dan murah ke Kyiv yang persediaan senjatanya mulai menyusut. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Amerika Serikat mengincar roket jarak jauh untuk dikirim ke Kyiv saat persediaan senjata berkurang Ukraina berkurang akibat meningkatnya intensitas perang Rusia.

Dilansir TribunGorontalo.com dari Al Jazeera pada Selasa (29/11/2022) atau perang hari ke-279, invasi Rusia ke Ukraina meningkatkan permintaan akan senjata dan amunisi buatan AS.

Sekutu AS di Eropa Timur juga memesan berbagai senjata untuk mereka pasok ke Ukraina guna membantu Kyiv melawan invasi Rusia.

AS kini diketahui tengah mempertimbangkan proposal Boeing untuk memasok bom presisi kecil dipasang ke roket tersedia berlimpah untuk Ukraina dengan murah.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-279: Penembakan di Bakhmut hingga Stok Senjata Ukraina Menipis

Ini memungkinkan Kyiv untuk menyerang jauh di belakang garis Rusia sebagai perjuangan Barat dalam rangka memenuhi permintaan lebih banyak senjata.

Terlebih, persediaan persenjataan militer bantuan dari AS dan sekutunya di Ukraina telah mulai menyusut.

Ukraina lantas menghadapi kebutuhan yang meningkat akan senjata yang lebih canggih saat perang Rusia berlarut-larut sejak dimulai pada 24 Februari 2022.

Baca juga: Inggris Sebut Rusia Tak Bisa Kumpulkan Pasukan Berkualitas untuk Rebut Wilayah Ukraina Timur

Sistem yang diusulkan Boeing, dijuluki Ground-Launched Small Diameter Bomb (GLSDB), adalah salah satu dari sekitar setengah lusin rencana untuk memasukkan amunisi baru ke dalam produksi untuk Ukraina dan sekutu AS di Eropa Timur, kata sumber industri.

GLSDB dapat dikirimkan pada awal musim semi 2023, menurut dokumen yang ditinjau oleh kantor berita Reuters dan tiga orang yang mengetahui rencana tersebut.

Ini menggabungkan Bom Diameter Kecil (SDB) GBU-39 dengan motor roket M26, yang keduanya umum di persediaan AS.

Baca juga: Inggris Kirimkan Brimstone 2 untuk Bantu Ukraina Lawan Rusia, Apa Itu Brimstone 2?

Invasi ke Ukraina mendorong permintaan akan senjata dan amunisi buatan Amerika.

Sementara sekutu AS di Eropa Timur "melakukan banyak pesanan" untuk berbagai senjata saat mereka memasok Ukraina, kata Doug Bush, kepala pembeli senjata Angkatan Darat AS.

“Ini tentang mendapatkan kuantitas dengan biaya murah,” kata Tom Karako, pakar senjata dan keamanan di Pusat Kajian Strategis dan Internasional.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-278: Zelensky Sebut Pasukan Putin Rencanakan Serangan Rudal Baru

Karako mengatakan penurunan inventaris AS membantu menjelaskan desakan untuk mendapatkan lebih banyak senjata sekarang,

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved