Perang Rusia Ukraina

Inggris Sebut Rusia Tak Bisa Kumpulkan Pasukan Berkualitas untuk Rebut Wilayah Ukraina Timur

Inggris klaim Rusia tak punya pasukan berkualitas untuk rebut Donetsk, Ukraina timur, hingga sebut persedian senjata militer Vladimir Putin menipis.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
Tangkapan Layar The Guardian
Foto Presiden Rusia Vladimir Putin saat memberikan pidato dalam rangka perayaan Hari Kemenangan 'Victory Day' pada Senin, 9 Mei 2022. Kabar terbaru dalam perang Rusia vs Ukraina hari ke-278 pada Senin (28/11/2022) antara lain Inggris mengklaim Putin tak dapat mengumpulkan pasukan berkualitas untuk rebut Donetsk, wilayah Ukraina timur hingga persediaan senjata Rusia mulai menipis. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Inggris menyebut Rusia tak dapat mengumpulkan pasukan berkualitas untuk merebut wilayah Ukraina timur dalam perang yang telah memasuki bulan kesembilan sejak dimulai pada 24 Februari 2022 lalu.

Dilansir TribunGorontalo.com dari Newsweek pada Senin (28/11/2022 atau hari ke-278 perang, Inggris melaporkan bahwa baik Rusia maupun Ukraina telah mengirimkan "pasukan signifikan" ke daerah di sekitar Kota Pavlivka dan Vuhledar di Oblast Donetsk.

Pada laporan Sabtu (26/11/2022) itu, Kementrerian Pertahanan Inggris mengklaim bahwa Rusia tidak mungkin dapat mengumpulkan pasukan dengan kualitas yang cukup untuk merebut wilayah Donetsk di Ukraina timur.

Meskipun daerah itu "telah menjadi tempat pertempuran sengit" dalam dua minggu terakhir, hanya sedikit wilayah yang berpindah tangan, menurut cuitan Kemhan Inggris di Twitter.

Baca juga: Inggris Kirimkan Brimstone 2 untuk Bantu Ukraina Lawan Rusia, Apa Itu Brimstone 2?

"Daerah ini tetap diperebutkan, kemungkinan sebagian karena Rusia menilai daerah itu memiliki potensi sebagai titik peluncuran untuk kemajuan besar di masa depan ke utara untuk merebut sisa Oblast Donetsk yang dikuasai Ukraina," ungkap Kemhan Inggris.

“Namun, Rusia tidak mungkin dapat memusatkan kekuatan kualitas yang cukup untuk mencapai terobosan operasional.” lanjutnya.

Itu terjadi ketika Rusia telah meningkatkan serangannya terhadap infrastruktur kritis Ukraina setelah mengalami serangkaian kemunduran medan perang di bulan kesembilan setelah invasi ke negara itu.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-278: Zelensky Sebut Pasukan Putin Rencanakan Serangan Rudal Baru

Pada hari Sabtu, para pejabat pertahanan Inggris mengatakan pasukan Rusia terpaksa menghapus hulu ledak nuklir dari rudal jelajah nuklir yang sudah tua untuk ditembakkan ke sasaran di Ukraina.

Para pejabat pertahanan Inggris mengatakan hal itu menyoroti pasokan rudal Rusia yang semakin menipis.

Inggris: Persediaan Senjata Rusia Menipis

Dilansir TribunGorontalo.com dari Politico, Inggris menyatakan bahwa Rusia kemungkinan menggunakan rudal tak bersenjata di tengah penipisan senjata.

Baca juga: Vladimir Putin Bertemu dengan Para Ibu Tentara Rusia yang Perang Ke Ukraina, Apa Tujuannya?

“Improvisasi ini menyoroti tingkat penipisan stok rudal jarak jauh Rusia,” kata Kemhan Inggris.

Kemhan Inggris pada hari Sabtu menyarankan bahwa Rusia mungkin menggunakan rudal jelajah yang lebih tua tanpa hulu ledak nuklir melawan Ukraina.

“Rusia kemungkinan akan mengeluarkan hulu ledak nuklir dari rudal jelajah nuklir yang sudah tua dan menembakkan amunisi tak bersenjata ke Ukraina,” bunyi pembaruan intelijen Kemhan Inggris di Twitter.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-276: Zelensky Sebut 6 Juta Rumah Tangga Bertahan Tanpa Listrik

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved