Kamis, 5 Maret 2026

Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-273: G7 Bakal Batasi Harga Minyak Rusia sebagai Sanksi

Kondisi terkini perang, Rabu (23/11/2022): G7 akan membatasi harga minyak Rusia sebagai sanksi atas invasi Vladimir Putin ke Ukraina.

Tayang:
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
zoom-inlihat foto Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-273: G7 Bakal Batasi Harga Minyak Rusia sebagai Sanksi
Tangkapan Layar The Guardian
Foto Presiden Rusia Vladimir Putin saat memberikan pidato dalam rangka perayaan Hari Kemenangan 'Victory Day' pada Senin, 9 Mei 2022. Kabar terbaru dalam perang Rusia vs Ukraina hari ke-273 pada Rabu (23/11/2022) antara lain G7 akan berikan batas harga minyak Rusia sebagai sanksi akibat invasi Putin ke Ukraina. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Perang yang terjadi di antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina hingga Rabu (23/11/2022) telah berlangsung selama 273 hari.

Kabar terbaru di antaranya adalah G7 bakal memberikan batas harga minyak Rusia sebagai sanksi akibat invasi Moskow ke Ukraina.

Presiden Rusia Vladimir Putin memulai invasi ini sejak memerintahkan pasukan militernya untuk meluncurkan serangan berskala penuh ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022) lalu.

Invasi yang disebut Putin sebagai 'operasi militer khusus' ini bertujuan untuk memberantas 'genosida' di Donbas, serta 'demiliterisasi' dan 'denazifikasi' Ukraina.

Baca juga: Bau Daging Bakar di TPA, Warga Ukraina Tuding Rusia Bakar Jasad Korban Perang di Kherson

Tetapi dalam perkembangannya, Rusia justru mencaplok 4 wilayah Ukraina yakni Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson sekaligus.

Konflik antar negara bertetangga tersebut, sampai saat ini masih berlanjut dan belum tampak tanda-tanda untuk segera berakhir.

Bahkan menurut Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dan mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, perang Rusia vs Ukraina dapat berlangsung hingga beberapa tahun.

Kabar Terbaru Perang Rusia vs Ukraina

Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian yang perlu diketahui pada hari ke-273 perang Rusia dengan Ukraina:

- Negara-negara anggota G7 harus segera mengumumkan batasan harga pada ekspor minyak Rusia.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-272: Zelensky Evakuasi Warga dari Kherson, Ada Apa?

Koalisi juga mungkin akan menyesuaikan level tersebut beberapa kali dalam setahun daripada bulanan, kata seorang pejabat senior Departemen Keuangan AS pada hari Selasa (23/11/2022).

G7, termasuk Amerika Serikat, bersama dengan Uni Eropa dan Australia dijadwalkan untuk menerapkan batasan harga pada ekspor minyak Rusia melalui laut pada 5 Desember 2022.

Hal ini sebagai bagian dari sanksi yang dimaksudkan untuk menghukum Rusia atas invasinya ke Ukraina.

Baca juga: Cegah Kena Rudal Nyasar dari Perang Rusia-Ukraina Lagi, Jerman Tawari Polandia Sistem Pertahanan

- Warga Ukraina yang membutuhkan layanan dasar jika Rusia mematikan pembangkit listrik dan fasilitas lainnya pada musim dingin ini, dapat beralih ke "pusat tak terkalahkan" khusus, kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada hari Selasa.

Ribuan pusat yang tersebar di seluruh negeri akan menawarkan listrik, pemanas, air, layanan internet, sambungan telepon seluler, dan apotek, gratis dan sepanjang waktu.

- Kepala Operator Jaringan Listrik Nasional Ukraina Volodymyr Kudrytskyi menggambarkan kerusakan fasilitas pembangkit listrik oleh serangan rudal Rusia sebagai “kolosal”.

Kudrytskyi juga menolak seruan untuk mengevakuasi warga sipil dari beberapa kota yang paling parah dilanda kekurangan energi sebagai "tidak pantas".

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-271: Zelensky Sebut Pasukan Putin Luncurkan Hampir 400 Serangan

- Warga Ukraina kemungkinan akan hidup dengan pemadaman setidaknya sampai akhir Maret 2023, kata kepala penyedia energi utama.

Perkiraan itu muncul ketika pemerintah Ukraina memulai evakuasi gratis bagi orang-orang di Kherson ke daerah lain.

- Kyiv akan memanggil Duta Besar Hungaria untuk Ukraina, ungkap Kementerian Luar Negeri Ukraina pada hari Selasa.

Baca juga: Update Perang Hari Ke-269: Rusia Tuding Ukraina Eksekusi Mati Tawanan Perang di Donbas

Ini sebagai bentuk protes Kyiv terhadap PM Hungaria Viktor Orban yang pergi ke pertandingan sepak bola mengenakan syal yang menggambarkan beberapa wilayah Ukraina sebagai bagian dari Hungaria.

Media Ukraina menunjukkan gambar pertemuan Orban dengan seorang pemain sepak bola Hongaria yang mengenakan syal.

Syal itu, menurut outlet Ukrainska Pravda menggambarkan peta "Hongaria Raya" termasuk wilayah yang sekarang menjadi bagian dari negara tetangga Austria, Slovakia, Rumania, Kroasia, Serbia, dan Ukraina.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-269: Jaringan Listrik Kyiv Diserang saat Musim Dingin Tiba

- Gazprom Rusia mengancam akan menghentikan aliran gasnya ke Eropa melalui Ukraina paling cepat minggu depan.

Dalam sebuah pernyataan, raksasa energi milik negara Rusia itu mengatakan beberapa aliran gas yang disimpan di Ukraina sebenarnya dimaksudkan untuk Moldova.

Gazprom Rusia juga menuduh Kyiv menghalangi pengiriman 52,52 juta meter kubik dari transit ke Moldova.

- Dinas Keamanan SBU Ukraina dan polisi telah menggerebek sebuah biara Kristen Ortodoks berusia 1.000 tahun di Kyiv sebagai bagian dari operasi untuk melawan dugaan "kegiatan subversif oleh dinas khusus Rusia".

Baca juga: Rusia Luncurkan Gelombang Serangan Rudal ke Ukraina, Warga Bertahan Tanpa Listrik di Musim Salju

- Penembakan Rusia menghantam pusat distribusi bantuan kemanusiaan di Kota Orihiv di tenggara Ukraina pada Selasa.

Penembakan ini menewaskan seorang relawan dan melukai dua wanita, kata gubernur regional.
Oleksandr Starukh, Gubernur wilayah Zaporizhzhia, tidak memberikan perincian lebih lanjut tentang serangan terhadap Orihiv.

Orihiv sendiri berjarak sekitar 70 mil sebelah timur dari lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia yang telah ditembaki dalam beberapa hari terakhir.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-268: Zelensky Sebut 10 Juta Warganya Hidup Tanpa Listrik

- UE akan memberikan tambahan 2,5 miliar euro ke Ukraina untuk rekonstruksi negara tersebut.

Hal itu diumumkan oleh Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

Sementara itu, Zelensky mengatakan dia "bersyukur".

Zelensky juga menyebut bahwa bantuan itu akan memberikan "kontribusi yang kuat bagi stabilitas Ukraina pada malam musim dingin yang sulit".

Baca juga: Pengadilan Belanda: Malaysia Airlines MH17 Ditembak Jatuh Rudal, Jenderal Rusia Terlibat

- Kanselir Jerman Olaf Scholz dalam sebuah konferensi di Berlin, telah memperingatkan negaranya harus siap menghadapi situasi di Ukraina yang meningkat.

Menurut Scholz, ini bisa termasuk penghancuran infrastruktur.

- Rusia telah membunuh, menyiksa, dan menculik warga Ukraina dalam pola sistematis yang dapat melibatkan pejabat tinggi dalam kejahatan perang, kata Beth Van Schaack, Duta Besar Departemen Luar Negeri AS untuk Peradilan Pidana Global, Senin (21/11/2022).

Ada banyak bukti bahwa invasi Rusia ke Ukraina "telah disertai dengan kejahatan perang sistemik yang dilakukan di setiap wilayah di mana pasukan Rusia dikerahkan", kata Beth Van Schaack.

Baca juga: NATO Menduga Rudal yang Hantam Polandia Bukan Milik Rusia tapi Ukraina, Zelensky Bantah

- Presiden Polandia Andrzej Duda berbicara kepada seorang penelepon tipuan yang berpura-pura menjadi Presiden Prancis Emmanuel Macron pada malam ketika sebuah rudal menghantam sebuah desa di dekat perbatasan Ukraina.

Hal itu diungkapkan oleh kantor kepresidenan Polandia.

"Emmanuel, percayalah, saya ekstra hati-hati," kata Duda kepada penelepon dalam rekaman panggilan yang diposting di internet.

“Saya tidak ingin berperang dengan Rusia dan percayalah, saya ekstra hati-hati, ekstra hati-hati.” lanjutnya.

Sebagaimana diketahui bahwa pada Selasa (15/11/2022) lalu, sebuah rudal nyasar meledak di Polandia, dekat perbatasan Ukraina.

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved