Selasa, 17 Maret 2026

Arti Kata

Kemenkes Tetapkan KLB Polio Susul Kasus di Aceh, Apa Itu Polio? Kenali Gejala dan Bahayanya

Kemenkes resmi tetapkan status KLB Polio susul temuan kasus di Pidie, Aceh, apa itu Polio? Simak bahaya Polio dan pentingnya vaksinasi Polio.

Tayang:
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
zoom-inlihat foto Kemenkes Tetapkan KLB Polio Susul Kasus di Aceh, Apa Itu Polio? Kenali Gejala dan Bahayanya
Dok. Bio Farma via Tribunnews.com
Ilustrasi Vaksin Polio. Sebagai tindak lanjut atas penetapan status KLB Polio, Kemenkes akan melakukan imunisasi massal di daerah pada 28 November 2022, dimulai untuk Kabupaten Pidie lalu diperluas ke wilayah kabupaten dan kota di Aceh. Apa Itu Polio? 

- Vaksin virus Polio oral (OPV) masih digunakan di sebagian besar dunia.

Vaksin Polio melindungi anak-anak dengan menyiapkan tubuh mereka untuk melawan virus Polio.

Hampir semua anak (lebih dari 99 persen) yang mendapatkan semua dosis vaksin Polio inaktif yang direkomendasikan akan terlindungi dari Polio.

Selain itu, juga sangat penting untuk mempraktikkan kebersihan tangan yang baik dan sering mencuci tangan dengan sabun dan air.

Perhatikan bahwa pembersih tangan berbahan dasar alkohol tidak membunuh virus Polio.

Baca juga: KTT G20 Setujui Pandemic Fund Senilai Rp 481 Triliun yang Diusulkan Jokowi, Apa Itu Pandemic Fund?

Penanganan Polio

Tidak ada obat untuk Polio lumpuh dan tidak ada pengobatan khusus.

Terapi fisik atau okupasi dapat membantu mengatasi kelemahan lengan atau tungkai yang disebabkan oleh Polio dan dapat meningkatkan hasil jangka panjang, terutama jika diterapkan di awal perjalanan penyakit.

Penyedia layanan kesehatan harus mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan ahli neurologi dan penyakit menular guna mendiskusikan perawatan tertentu berdasarkan kasus per kasus.

Jika Anda merasa Anda atau seseorang dalam keluarga Anda memiliki gejala Polio, segera hubungi penyedia layanan kesehatan Anda atau pergi ke ruang gawat darurat.

Baca juga: Apa Itu Just Energy Transition Partnership? Hasil KTT G20 yang Ambigu karena Perpres 112 Tahun 2022

Orangtua Halangi Anak Divaksin Polio, IDAI Geram

Dilansir TribunGorontalo.com dari Kompas.com, Ketua IDAI dr Piprim Basarah Yanuarso geram terhadap ibu-ibu yang menghalang-halangi anaknya untuk disuntik vaksin Polio.

Pasalnya, jika seorang anak sudah terkena Polio, maka anak itu bisa lumpuh seumur hidup.

"Kalau Polio, lumpuh seumur hidup. Anak itu susah mau jadi pemain bola. Ya kan? Susah jadi atlet sprinter. Kita bisa bayangkan bagaimana sedihnya seorang anak yang lumpuh seperti itu," kata Piprim ketika ditemui di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Minggu (20/11/2022).

Baca juga: IDI Meminta Dokter Gorontalo Mewaspadai Gejala Cacar Monyet pada Pasien

"Jadi, jadi orangtua enggak boleh egois. Karena perilaku orang tua yang menghalang-halangi anaknya vaksin itu yang jadi korban anaknya. Dia merusak masa depan anaknya," lanjutnya.

Piprim lantas meminta masyarakat agar sadar bahwa sebenarnya efek dari vaksin jauh lebih tidak berbahaya dari penyakitnya.

Piprim berharap para orangtua tidak galau apakah memberikan buah hatinya vaksin atau tidak.
Seharusnya, yang perlu lebih dikhawatirkan adalah penyakitnya.

"Ini kita kan enggak boleh gagal fokus. Enggak boleh keliru memilih prioritas hidup." kata Piprim.

Baca juga: Apa Itu Omicron XBB? Subvarian Baru Covid-19 yang Sudah Masuk ke Indonesia, Disertai Gejala Pasien

"Masa kita lebih galau sama vaksinnya, padahal efek sampingnya mungkin hanya demam sedikit, itu pun enggak semua demam, mungkin agak bengkak-bengkak, merah-merah sedikit," sambungnya.

Piprim juga berharap masyarakat mau melakukan imunisasi demi mencegah penyakit Polio.

"Supaya mereka concern dengan penyakitnya dan mereka mau melakukan vaksinasi," tutur Piprim.

Diketahui, satu kasus polio yang ditemukan di Kabupaten Pidie, Aceh membuat Kemenkes resmi menetapkan status KLB Polio.

Baca juga: Apa Itu Telemedisin? Layanan dari Kemenkes untuk Pasien Covid-19 yang Isoman

Meskipun hanya ditemukan satu kasus, tetapi Kemenkes memandang penetapan status KLB Polio ini perlu dilakukan

Pasalnya, sejak tahun 2014, Indonesia mendapatkan sertifikat eradikasi Polio (Indonesia bebas Polio).

"Karena Indonesia sudah nyatakan eradikasi tapi ternyata ada (muncul) virus polio liar apalagi virus (polio) tipe 2 yang dianggap sudah enggak ada lagi," ungkao Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Maxi Rein Rondonuwu dalam jumpa pers di Jakarta, Sabtu (19/11/2022).

Adapun dalam kasus Polio di Aceh ini, Maxi mengatakan bahwa seorang anak berusia 7 tahun yang menjadi korbannya.

Ternyata, anak penderita Polio itu belum menerima vaksinasi apapun sehingga Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) tidak terpenuhi.

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar) (Kompas.com/Adhyasta Dirgantara)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "IDAI Marahi Orangtua yang Halangi Anak Divaksin Polio: Bayangkan Kesedihan Anakmu Lumpuh Seumur Hidup"

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved