Perang Rusia Ukraina

Inggris: Ingin Perlambat Militer Ukraina, Pasukan Rusia Pasang Beton Penghalang Gigi Naga

Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-259 pada Rabu (9/11/2022): Inggris sebut Rusia bangun beton penghalang "Dragon's teeth" atau "Gigi Naga"

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
via defence-ua
Foto: Penghalang 'Dragon's Teeth' atau 'Gigi Naga' di Siegfried Line (garis pertahanan Jerman yang dibangun pada tahun 1930-an di seberang Garis Maginot Prancis). Adapun Rusia juga membangun penghalang 'gigi naga' untuk menghadang kendaraan darat militer Ukraina. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Perang Rusia vs Ukraina yang telah berlangsung sejak Februari 2022 lalu belum juga berakhir.

Perang antara Rusia dengan Ukraina yang hingga Rabu (9/11/2022) telah berjalan selama 259 hari ini, justru semakin bergulir panas.

Terbaru , pasukan militer Presiden Rusia Vladimir Putin memasang penghalang yang disebut 'gigi naga', untuk memperlambat kemajuan pasukan Ukraina.

Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian, Rusia meningkatkan upayanya untuk membangun penghalang-penghalang substansial.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-259: Zelensky Ungkap 4 Juta Warganya Hidup Tanpa Listrik

Penghalang itu dibuat Rusia untuk memperlambat kemajuan pasukan Ukraina di lokasi-lokasi utama yang dipertahankannya.

Termasuk di sekitar Kota Mariupol, Ukraina selatan yang hancur akibat invasi pasukan militer Rusia, kata Kementerian Pertahanan Inggris.

Menurut pernyataan intelijen Inggris pada hari Selasa (8/11/2022), militer Rusia menggunakan dua pabrik di Mariupol yang diduduki untuk menghasilkan sejumlah besar "gigi naga".

Baca juga: AS Lakukan Pembicaraan Rahasia dengan Rusia Bahas Risiko Penggunaan Nuklir di Perang Ukraina

Gigi naga adalah sebutan balok beton piramida yang dirancang untuk memperlambat kendaraan militer seperti tank.

“Gigi naga kemungkinan telah dipasang di antara desa Mariupol dan Nikolske, dan dari Mariupol utara ke desa Staryi Krym. Mariupol merupakan bagian dari 'jembatan darat' Rusia dari Rusia ke Krimea, jalur komunikasi logistik utama." kata intelijen Inggris.

Produksi dan penempatan balok-balok merupakan indikasi terbaru tentang bagaimana pasukan Rusia berjuang untuk beralih ke perang yang lebih defensif, paling tidak di front Kherson selatan utama di tepi timur Sungai Dneiper.

Baca juga: Dubes Rusia Klaim Inggris Terlibat dalam Serangan Drone yang Rusak Kapal Perang di Laut Hitam

"Gigi naga juga telah dikirim untuk persiapan benteng pertahanan di Zaporizhzhia dan Kherson yang diduduki," sebut Intelijen Inggris.

“Kegiatan ini menunjukkan Rusia melakukan upaya signifikan untuk mempersiapkan pertahanan secara mendalam di belakang garis depan mereka saat ini, kemungkinan untuk mencegah kemajuan cepat Ukraina jika terjadi terobosan.” lanjutnya.

Lembaga thinktank Institute for the Study of War juga mencatat upaya berkelanjutan oleh Rusia untuk meningkatkan pertahanannya di selatan Ukraina.

“Citra satelit geolocated dari 29 Oktober, 3 November dan 4 November menunjukkan garis pertahanan Rusia di Kakhovka, 43 mil (70km) timur kota Kherson, Hola Prystan, 5 mil barat daya kota Kherson, dan Ivanivka, 37 mil barat daya dari kota Kherson – yang semuanya terletak di tepi timur Sungai Dneiper,” katanya.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-258: Zelensky Klaim Militernya Dorong Mundur Pasukan Putin

Biasanya digunakan bersama dengan fitur alam, penghalang rintangan digunakan untuk memperlambat dan memblokir pasukan musuh yang mendekat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved