Senin, 16 Maret 2026

Perang Rusia Ukraina

Perang Rusia Vs Ukraina: Zelensky Sebut Putin Gagal karena Mau Ikut Kesepakatan Ekspor Gandum Lagi

Update perang hari ke-253, Kamis (3/11/2022): Zelensky sebut Putin U-turn pada kesepakatan ekspor gandum Ukraina sebagai kegagalan agresi Rusia.

Tayang:
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
zoom-inlihat foto Perang Rusia Vs Ukraina: Zelensky Sebut Putin Gagal karena Mau Ikut Kesepakatan Ekspor Gandum Lagi
Kolase The Guardian | France24
Kiri: Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy saat pidato kenegaraan pada Senin (14/3/2022) atau hari ke-19 perang. Kanan: Presiden Rusia Vladimir Putin. Kabar terbaru dalam perang Rusia vs Ukraina hari ke-253 pada Kamis (3/11/2022): Zelensky menyebut Putin U-turn atau putar balik pada kesepakatan ekspor gandum Ukraina sebagai 'kegagalan agresi Rusia'. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky 'memuji' langkah Rusia yang ingin bergabung kembali dalam kesepakatan ekspor gandum.

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin sempat menarik diri dari kesepakatan ekspor biji-bijan Ukraina menyusul serangan pesawat tak berawak atau drone di Krimea pada Sabtu (29/10/2022) lalu.

Putin menuduh Ukraina berada di balik serangan segerombol drone yang merusak armada laut Rusia di Sevastopol, Krimea tersebut.

Adapun kesepakatan tersebut dimaksudkan untuk pengamanan jalus ekspor gandum Ukraina melalui Laut Hitam dalam rangka mengatasi krisis pangan global di tengah perang Rusia.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-253: Putin Bersedia Gabung Kesepakatan Ekspor Gandum Lagi

Kesepakatan gandum itu ditandatangani Rusia dan Ukraina di Turki pada Juli 2022 lalu serta ditengahi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Adapun setelah bicara dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Putin mengindikasikan bahwa Rusia mau melanjutkan kesepakatan ekspor gandum yang akan berakhir pada pertengahan bulan ini.

Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian pada Kamis (3/11/2022), Zelensky menyebut Putin U-turn atau putar balik pada kesepakatan ekspor gandum Ukraina sebagai 'kegagalan agresi Rusia'.

Meski begitu, Zelensky memuji perubahan haluan Rusia dalam bergabung kembali dengan kesepakatan ekspor gandum yang didukung PBB.

Baca juga: Update Perang Rusia: Vladimir Putin Beri Syarat untuk Lanjutkan Kesepakatan Ekspor Gandum Ukraina

Perubahan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Kremlin mengancam akan menarik diri, sebagai “hasil diplomatik yang signifikan” bagi Ukraina dan “seluruh dunia”.

“Implementasi inisiatif ekspor biji-bijian akan terus berlanjut,” ujar Zelensky dalam pidato pada Rabu (2/11/2022) malam waktu setempat.

Rusia awalnya mengatakan akan meninggalkan kesepakatan ekspor gandum Ukraina melalui Laut Hitam, menyusul serangan drone terhadap kapal perang Putin di pelabuhan Sevastopol.

Sedangkan Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan pihaknya puas telah menerima jaminan “cukup” dari Kyiv bahwa mereka tidak akan menggunakan koridor maritim untuk melakukan serangan.

Baca juga: Apa Itu Fregat? Kapal Perang Utama Rusia yang Rusak Akibat Drone Ukraina hingga Bikin Putin Marah

“Kami menuntut jaminan dan jaminan dari pihak Ukraina bahwa hal seperti ini tidak akan terjadi lagi, bahwa koridor kemanusiaan tidak akan digunakan secara militer,” ungkap Putin, dalam pertemuan video dengan dewan koordinasinya pada hari Rabu.

Namun, Zelensky mengatakan seruan Kremlin untuk jaminan menunjukkan “kegagalan agresi Rusia”.

Zelensky juga mencatat “Pemerasan Rusia tidak mengarah ke mana-mana”.

Dalam perang yang berlangsung sejak Februari 2022 ini, “Kremlin mengatakan bahwa mereka menuntut jaminan keamanan dari Ukraina”, sebut Zelensky.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-251: Armadanya Diserang, Putin Tarik Kesepakatan Ekspor Gandum

“Dua ratus lima puluh dua hari yang lalu Rusia menuntut jaminan keamanan dari Amerika Serikat." lanjutnya

“Ini benar-benar perubahan yang mencolok. Ini menunjukkan kegagalan agresi Rusia dan seberapa kuat Anda dan saya ketika kita tetap bersatu.” imbuh Zelensky.

Keputusan Rusia untuk bergabung kembali dengan koridor biji-bijian PBB telah dilihat sebagai putaran balik yang memalukan oleh Ukraina dan sekutu Baratnya.

“Putin sekali lagi dipermalukan pemeras Kremlin sekali lagi menjadikan dirinya bahan tertawaan di seluruh dunia dan mundur,” tutur Anton Gerashchenko, penasihat presiden senior untuk Zelensky, pada Rabu malam.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-250: Angkatan Laut Putin Diserang, Kapal Utama Rusia Rusak

Sementara itu, Mykhalio Podolyak, penasihat senior Zelensky lainnya, menggambarkan Rusia sebagai “penjudi di kasino yang telah beruntung beberapa kali” tetapi “habis-habisan dan kalah”.

Menteri Luar Negeri Inggris James Cleverley juga mengatakan Putin menyadari dia "menembak dirinya sendiri di kaki" dengan menghentikan kapal memasuki pelabuhan Ukraina.

“Putin harus berhenti menggunakan makanan sebagai senjata,” kata Cleverley.

“Inisiatif gandum sekarang harus diperpanjang melampaui November tanpa hambatan Rusia lebih lanjut.” tambahnya.

Baca juga: Apa Itu Rudal? Misil yang Dipakai Rusia untuk Hujani Ukraina hingga Akibatkan Krisis Energi

Andrey Sizov, Kepala Konsultan Pertanian Sovecon yang berfokus pada Rusia, mengatakan keputusan Moskow adalah "perubahan haluan yang tidak terduga".

Namun kesepakatan itu tetap goyah mengingat ketidakpastian tentang apakah itu akan diperpanjang melewati tanggal 19 November 2022 nanti.

Meski demikian, Amerika Serikat turut menyambut baik pemulihan kesepakatan ekspor gandum Ukraina itu dan mendesak Rusia untuk memperbaruinya akhir bulan ini.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price memuji mediator PBB dan Turki tetapi mengatakan penting bahwa kesepakatan itu “tidak hanya mundur, tetapi juga diperbarui akhir bulan ini.”

Menlu AS Antony Blinken jugaberterima kasih kepada Turki atas upayanya dan mengingatkan Rusia tentang “pentingnya kepatuhan berkelanjutan terhadap perjanjian yang ditengahi PBB dan komitmennya untuk mendukung ketahanan pangan global."

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved