Brigadir J
Berani Bongkar Skenario Ferdy Sambo, Kamaruddin Pengacara Brigadir J Ternyata Dibantu Intelijen
Dudukkan Ferdy Sambo dan Putri Candarwathi di kursi terdakwa sidang pembunuhan Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak ternyata dapat bukti dari intelijen.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
Dalam persidangan tersebut, jaksa penuntut umum menanyakan apa saja hambatan yang dialami Kamaruddin saat mendampingi keluarga Brigadir J untuk membongkar kasus pembunuhan tersebut.
Baca juga: Kisah Pilu Kamaruddin sebelum Jadi Pengacara Brigadir J: Sempat Jadi PKL Hingga Buruh Cuci Piring
Kamaruddin menyebut hambatan pertama yang dirasakannya yakni komunikasi, di mana alat komunikasi keluarga Brigadir J diretas atau dikacaukan oleh oknum polisi menggunakan alat milik Bareskrim Polri.
Kamaruddin juga mengaku bahwa ia sampai dilaporkan sebagai penyebar hoax karena tak percaya pada skenario pelecehan dan polisi tembak polisi karangan Ferdy Sambo.
Kamaruddin menyebutkan bahwa akibat aksinya yang tak percaya dengan skenario Ferdy Sambo, sejumlah instansi negara seperti Polri, Kompolnas, hingga LPSK, melawannya.
Baca juga: Kerusuhan 1998 Buat Kamaruddin Buta, Pengacara Brigadir J: Marah ke Tuhan, Pemerintah, dan Mahasiswa
"Ketika saya membuat argumen yang berbeda, saya itu dituduh penyebar hoax atau menyimpang dari pada pemahaman masyarakat pada umumnya waktu itu," ujar Kamaruddin di PN Jakarta Selatan, Selasa, seperti dilansir TribunGorontalo.com dari kanal YouTube KOMPASTV.
"Karena ada lembaga-lembaga negara yang secara terang-terangan melawan saya yaitu lembaga Kepolisian, Kompolnas, Komnas HAM, LPSK, maupun komisi-komisi atau LSM-LSM perempuan," lanjutnya.
Hambatan selanjutnya yang dialami Kamaruddin yaitu ia merasa bahwa penyidik Polri seperti membencinya saat ia melaporkan kasus pembunuhan berencana Brigadir J.
"Ketika saya melapor kepada penyidik pidum Polri, mereka itu sepertinya benci kepada saya, tidak suka dengan laporan saya ini," kata Kamaruddin kepada majelis hakim.
Baca juga: Cerita Kamaruddin Pengacara Brigadir J Punya Kakek Pahlawan Hampir Dihabisi Penjajah Belanda
Publik pasti bertanya-tanya dari mana Kamaruddin mendapatkan bukti-bukti yang kemudian digunakan untuk melaporkan bahwa Brigadir J tewas karena sengaja dibunuh di rumah Ferdy Sambo.
Terungkap bahwa Kamaruddin rupanya memiliki mitra dengan para intelijen dari Polri, TNI, hingga BIN.
Dari para intelijen itu pun, Kamaruddin dengan gesitnya mengumpulkan bukti-bukti adanya persitiwa pembunuhan berencana di rumah Ferdy Sambo.
"Satu hal yang paling menjengkelkan waktu itu, saya membawa bukti di dalam handphone, hasil investigasi saya kepada para intelijen baik dari BIN, Kepolisian, maupun tentara-tentara yang mitra-mitra saya," ungkap Kamaruddin.
Baca juga: Berperan Besar Ungkap Misteri Pembunuhan Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak sampai Dipeluk Emak-emak
Kamaruddin mengaku bahwa ia sudah biasa bergaul dengan para intelijen sejak masih kuliah.
"Karena saya sudah biasa bergaul dengan intelijen sejak saya masih mahasiswa," ucap Kamaruddin.
"Karena waktu masih mahasiswa, saya pernah membela sepuluh orang intelijen yang desersi dan di-PHK secara tidak hormat tapi saya bela jadi kembali mereka intelijen," sambungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/kamaruddin-sidang-selasa-1-nov-2022.jpg)