Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-250: Angkatan Laut Putin Diserang, Kapal Utama Rusia Rusak

Kondisi perang di Ukraina terkini, Senin (31/10/2022): Angkatan Laut Rusia diserang segerombol drone,kapal utama Laut Hitam jenis fregat Rusia rusak.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
Tangkapan Layar The Guardian
Foto Presiden Rusia Vladimir Putin saat memberikan pidato dalam rangka perayaan Hari Kemenangan 'Victory Day' pada Senin, 9 Mei 2022. Kabar terbaru dalam perang Rusia vs Ukraina hari ke-250 pada Senin (31/10/2022) antara lain Kremlin menarik diri dari kesepakatan ekspor biji-bijian Ukraina setelah serangan segerombol drone ke kapal utama Laut Hitam Rusia di Krimea hingga PBB dan Amerika Serikat pun meminta Moskow untuk membatalkan keputusannya itu. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Perang yang terjadi di antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina hingga Senin (31/10/2022) telah berlangsung selama 250 hari.

Kabar terbaru di antaranya adalah Istana Kremlin menarik diri dari kesepakatan ekspor biji-bijian Ukraina setelah serangan sejumlah drone ke kapal utama Laut Hitam Rusia di Krimea hingga PBB dan Amerika Serikat pun meminta Moskow untuk membatalkan keputusannya itu.

Presiden Rusia Vladimir Putin memulai invasi ini sejak memerintahkan pasukan militernya untuk meluncurkan serangan berskala penuh ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022) lalu.

Invasi ini juga disebut Putin sebagai 'operasi militer khusus' dengan tujuan untuk memberantas 'genosida' di Donbas, serta 'demiliterisasi' dan 'denazifikasi' Ukraina.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-248: Bawahan Putin Ancam Serang Satelit Barat yang Bantu Kyiv

Konflik di antara negara bertetangga tersebut sampai saat ini masih berlanjut dan belum tampak akan segera berakhir.

Bahkan, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dan mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menilai bahwa perang Rusia vs Ukraina dapat berlangsung hingga beberapa tahun lamanya.

Kabar Terkini Perang Rusia vs Ukraina

Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian yang perlu diketahui pada hari ke-250 perang Rusia dengan Ukraina:

- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengklaim pasukannya menangkis “serangan sengit” oleh pasukan Rusia di wilayah Donetsk timur.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-247: Soal Bom Kotor, Putin Beri Perintah untuk Panggil NATO

“Hari ini mereka menghentikan aksi ofensif musuh yang sengit,” kata Zelensky dalam pidato Minggu (30/10/2022) malam waktu setempat.

"Serangan Rusia ditolak." imbuhnya.

Pertempuran paling sengit di Provinsi Donetsk, wilayah Ukraina yang dianeksasi Rusia, terjadi di sekitar Kota Bakhmut dan Avdiivka.

- Kapal utama Laut Hitam Rusia, Laksamana Makarov, rusak dan mungkin dinonaktifkan selama serangan pesawat tak berawak Ukraina yang berani selama akhir pekan kemarin di Pelabuhan Sevastopol, Krimea, menurut pemeriksaan rekaman video.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-246: Putin Awasi Latihan Kekuatan Nuklir Strategis Moskow

Penyelidik sumber terbuka mengatakan fregat itu adalah salah satu dari tiga kapal Rusia yang ditabrak pada hari Sabtu (29/10/2022).

Segerombolan drone menyerang Angkatan Laut Rusia pada pukul 4.20 pagi waktu setempat.

Para pembantu Zelensky mengisyaratkan bahwa Ukraina berada di balik serangan yang diatur dengan baik, meskipun pemerintahnya belum mengaku bertanggung jawab.

- Setelah serangan Sevastopol, Kremlin mengatakan pihaknya menarik diri dari kesepakatan biji-bijian yang ditengahi PBB yang memungkinkan kapal-kapal sipil mengekspor biji-bijian dan pupuk dari pelabuhan Laut Hitam.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-245: PM Inggris yang Baru Janjikan Hal Ini pada Zelensky

Rusia mengklaim tidak dapat “menjamin keselamatan kapal sipil” yang melakukan perjalanan di bawah pakta tersebut setelah serangan terhadap armada Laut Hitamnya.

Zelensky pun menyebut Moskow sedang mencari dalih untuk mengakhiri kesepakatan ekspor biji-bijian tersebut.

Itu telah "sengaja memperparah" krisis pangan sejak September, ujar Zelensky dalam sebuah pidato video.

- Komunitas internasional mengutuk keputusan Rusia untuk menangguhkan kesepakatan ekspo biji-bijian Laut Hitam yang ditengahi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-244: Zelensky Desak Israel untuk Gabung, Lawan Pasukan Putin

Presiden Amerika Serikat Joe Biden menggambarkan langkah itu sebagai "benar-benar keterlaluan".

Sementara itu Menteri Luar negeri AS Antony Blinken mengatakan Rusia mempersenjatai makanan.

Selain itu, Uni Eropa meminta Rusia untuk membatalkan keputusannya.

“Keputusan Rusia untuk menangguhkan partisipasi dalam kesepakatan Laut Hitam membahayakan rute ekspor utama biji-bijian dan pupuk yang sangat dibutuhkan untuk mengatasi krisis pangan global yang disebabkan oleh perangnya melawan Ukraina,” ungkap Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-243: Khawatir Diserang Balik, Rusia Desak Warga Kherson Kabur

- Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan dia “sangat prihatin” dengan penangguhan kesepakatan Rusia.

Guterres pun menunda keberangkatannya untuk menghadiri KTT Liga Arab di Aljir, Ibu kota Algeria, selama sehari untuk mencoba menghidupkannya kembali.

Sedangkan Rusia meminta pertemuan Dewan Keamanan PBB pada hari Senin untuk membahas masalah tersebut.

Guterres terlibat dalam "kontak intens" untuk mendapatkan kembali kesepakatan ekspor biji-bijian itu dan berbicara dengan diplomat top UE, Josep Borrell.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-242: Rudal Pasukan Putin Hantam Fasilitas Listrik, Ukraina Gelap

- PBB, Turki, dan Ukraina mengatakan bahwa mereka akan terus maju untuk menerapkan kesepakatan biji-bijian Laut Hitam dengan rencana transit untuk 16 kapal pada hari Senin, meskipun Rusia menangguhkan partisipasinya dalam pakta tersebut.

PBB, NATO, UE, dan AS juga mendesak Rusia untuk membatalkan keputusannya untuk menarik diri dari kesepakatan.

Dalam sebuah pernyataan, Pusat Koordinasi Gabungan (JCC) di Istanbul, tempat personel Rusia, Ukraina, dan Turki dan PBB bekerja, mengatakan ketiga delegasi juga telah menyetujui inspeksi yang akan diberikan pada hari Senin terhadap 40 kapal keluar.

- Kementerian Infrastruktur Ukraina mengatakan pada hari Minggu bahwa 218 kapal sekarang "diblokir secara efektif" di pelabuhannya.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-240: Terlibat, Iran Dijatuhi Sanksi Inggris dan Uni Eropa

Dengan 22 dimuat dan terjebak di pelabuhan, 95 dimuat dan berangkat dari pelabuhan, dan 101 menunggu inspeksi.

- Menlu Rusia Sergei Lavrov menyatakan “harapan” bahwa Biden akan mengingat krisis rudal Kuba tahun 1962 ketika berhadapan dengan perang di Ukraina.

Dalam sebuah wawancara untuk sebuah film dokumenter televisi pemerintah Rusia pada hari Minggu, Lavrov mengatakan ada "kesamaan" antara perang yang sedang berlangsung di Ukraina dan konfrontasi tahun 1962.

“Saya berharap dalam situasi hari ini, Presiden Joe Biden akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk memahami siapa yang memberi perintah dan bagaimana caranya,” tutur Lavrov.

“Perbedaannya adalah pada tahun 1962 yang jauh, Khrushchev dan Kennedy menemukan kekuatan untuk menunjukkan tanggung jawab dan kebijaksanaan, dan sekarang kami tidak melihat kesiapan seperti itu di pihak Washington dan satelitnya,” lanjutnya.

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved