Berita Populer Gorontalo

POPULER: Pemain Persidago Mengeluh; BSU Sebesar Rp 600 Ribu Segera Cair

Baca kembali lima berita populer dalam 24 jam terakhir. Bisa kembali dibaca dalam satu artikel

TribunGorontalo.com/free
Berita Populer Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo.com -- Baca kembali lima berita populer dalam 24 jam terakhir. 

Ada artikel terkait perbedaan listrik prabayar dan pascabayar dengan masing-masing kelebihan dan kekurangan. 

Lalu ada Marcel Radhival alias Pesulap Merah bersumpah akan melaporkan balik Pemilik Padepokan Nur Dzat Sejati, Gus Samsudin ke polisi.

Sejumlah pemain Persidago mengeluhkan pemotongan gaji dari pihak manajemen. Kendati, saat ini tim sepak bola berjuluk Laskar Menara itu, tengah berjuang lolos liga 3 Gorontalo.

Lalu terakhir soal Kamaruddin menyebut bahwa eks Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo menghubungi seseorang di Istana Merdeka sesaat setelah terjadi penembakan yang menewaskan Brigadir J.

Selengkapnya.

Warga Gorontalo Harus Tahu Beda Listrik Prabayar dan Pascabayar

Perbedaan listrik prabayar dan pascabayar. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan.
Perbedaan listrik prabayar dan pascabayar. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan.(TribunGorontalo.com/free)

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Jika dulu sistem kelistrikan hanya menggunakan pascabayar. Kini dengan teknologi dan inovasi PLN, hadir sistem prabayar atau listrik pintar. 

Lalu apa beda kedua sistem ini? Seperti apa cek tagihan? Berikut penjelasannya. 

Listrik Prabayar

Listrik prabayar atau listrik pintar adalah layanan pembayaran listrik yang dilakukan di awal atau menggunakan sistem token. Melalui sistem token, pelanggan bisa mengisi tekanan listrik sesuai dengan kemampuan, mulai dari 20 ribu hingga 1 juta lebih.

Kelebihan listrik prabayar


Baca Selengkapnya

Terungkap Langkah Pesulap Merah setelah Laporan Gus Samsudin Berhenti, Sumpah Bakal Penjarakan Balik

Foto Marcel Radhival alias Pesulap Merah dan Gus Samsudin saat di Padepokan Nur Dzat Sejati di Desa Rejowinangun, Kabupaten Blitar, Jawa Timur (Jatim). Kabarnya, Pesulap Merah akan melaporkan balik Gus Samsudin ke polisi dengan dugaan kasus tuduhan palsu.
Foto Marcel Radhival alias Pesulap Merah dan Gus Samsudin saat di Padepokan Nur Dzat Sejati di Desa Rejowinangun, Kabupaten Blitar, Jawa Timur (Jatim). Kabarnya, Pesulap Merah akan melaporkan balik Gus Samsudin ke polisi dengan dugaan kasus tuduhan palsu.(YouTube PESULAP MERAH PRODUCTIONS)

TRIBUNGORONTALO.COM - Marcel Radhival alias Pesulap Merah bersumpah akan melaporkan balik Pemilik Padepokan Nur Dzat Sejati, Gus Samsudin ke polisi.

Hal ini akan dilakukan Pesulap Merah setelah kasus dalam laporan yang dibuat Gus Samsudin dihentikan polisi.

Sebagaimana diketahui bahwa Gus Samsudin melaporkan Pesulap Merah ke Polda Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Kasus ini bermula dari aksi Pesulap Merah yang membongkar pengobatan 'keris petir' Gus Samsudin hingga menuntut adanya pembuktian.

Baca juga: Tanggapi Aksi Pesulap Merah Bongkar Dukun, Eyang Ratih Ngaku Tak Takut: Pasien Tetep Dateng Kok


Baca Selengkapnya

Breaking News: Pemain Persidago Mengeluh, Gaji Bulanan Dipotong Manajemen?

Romy Malanua pimpin sesi latihan Persidago menjelang hadapi Panipi Raya FC
Romy Malanua pimpin sesi latihan Persidago menjelang hadapi Panipi Raya FC(TribunGorontalo.com/HusnulPuhi)

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Sejumlah pemain Persidago mengeluhkan pemotongan gaji dari pihak manajemen. Kendati, saat ini tim sepak bola berjuluk Laskar Menara itu, tengah berjuang lolos liga 3 Gorontalo.

Setidaknya ada tiga pemain inti Persidago yang membeberkan perihal pemotongan gaji tersebut kepada TribunGorontalo.com. 

Meski menolak menyebutkan nama, namun ketiganya secara gamblang menyebutkan besaran pemotongan gaji dari pihak manajemen.

Sebelumnya diketahui, manajemen Persidago satu-satunya tim sepak di Gorontalo yang mengikat pemainnya dengan kontrak resmi. 

Namun, dalam beberapa bulan ini, gaji yang diterima tidak sesuai dengan nilai kontrak yang disepakati. Gaji diduga dipotong langsung oleh manajemen.


Baca Selengkapnya

Lihat Polri Masih Takut, Kamaruddin Ungkap Ferdy Sambo Melobi Istana setelah Tembak Brigadir J

Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara keluarga Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J, mengungkap alasan mengapa Polri masih takut dalam menguak misteri kasus pembunuhan Brigadir J. Hal ini karena, menurut Kamaruddin, Ferdy Sambo ternyata langsung menghubungi orang Istana Merdeka hingga sejumlah kementerian setelah peristiwa penembakan yang menewaskan Brigadir J terjadi.
Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara keluarga Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J, mengungkap alasan mengapa Polri masih takut dalam menguak misteri kasus pembunuhan Brigadir J. Hal ini karena, menurut Kamaruddin, Ferdy Sambo ternyata langsung menghubungi orang Istana Merdeka hingga sejumlah kementerian setelah peristiwa penembakan yang menewaskan Brigadir J terjadi.(Kolase YouTube Kompas TV | Irma Hutabarat - HORAS INANG.)

TRIBUNGORONTALO.COM - Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara keluarga Nofriansyah Yoshua Hutabarat (Brigadir J) kembali dengan pernyataan mengejutkan.

Kamaruddin menyebut bahwa eks Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo menghubungi seseorang di Istana Merdeka sesaat setelah terjadi penembakan yang menewaskan Brigadir J.

Kamaruddin menduga bahwa hal itulah yang membuat Polri merasa takut untuk menguak misteri di balik pembunuhan berencana Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo tersebut.

Pasalnya, Kamaruddin melihat bahwa penyidik polisi masih takut membongkar misteri di balik kasus pembunuhan Brigadir J meski sejumlah petinggi Polri telah dicopot dari jabatannya.

Baca juga: Berperan Besar Ungkap Misteri Pembunuhan Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak sampai Dipeluk Emak-emak


Baca Selengkapnya

BSU Sebesar Rp 600 Ribu Segera Cair Tahun Ini, Cek Syarat dan Ketentuannya

Uang pecahan Rp 100 ribu dan Menkeu Sri Mulyani. Sebanyak 16 juta pekerja di Indonesia termasuk Provinsi Gorontalo memperoleh subsidi Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Uang pecahan Rp 100 ribu dan Menkeu Sri Mulyani. Sebanyak 16 juta pekerja di Indonesia termasuk Provinsi Gorontalo memperoleh subsidi Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.(Kolase TribunGorontalo.com)

TRIBUNGORONTALO.COM - Pekerja memenuhi syarat untuk menerima Bantuan Subsidi Upah (BSU), atau subsidi gaji tahap pertama, dari pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) wajib didaftar oleh pemilik perusahaan.

Tenaga kerja peserta BPJS Ketenagakerjaan, tentunya sudah memenuhi standar penerima BSU (BP Jamsostek). Selain itu, pendapatan kompensasi bulanannya kurang dari Rp 3,5 juta.

Diketahui, Sebanyak 16 juta pekerja di Indonesia termasuk Provinsi Gorontalo bakal beroleh subsidi BSU Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Syaratnya para pekerja memiliki gaji maksimal Rp 3,5 juta per bulan dan baru mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau subsidi gaji tahun 2022.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memastikan program BSU bakal disalurkan kepada 16 juta pekerja yang terdampak pandemi Covid-19.


Baca Selengkapnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved