Konflik Rusia vs Ukraina

Presiden Ukraina Klaim 200.000 Anak Dibawa Paksa ke Rusia

Sebanyak 200.000 anak-anak Ukraina yang tersebar di seluruh negeri telah dibawa secara paksa ke Rusia.

Editor: lodie tombeg
tribunnews
Anak-anak Ukraina diantar menuju Inggris. 

"Sayangnya, hal seperti itu tidak seperti yang disarankan oleh pengalaman kami," kata Peskov.

"Zelensky telah melanggar janjinya sepanjang karir politiknya yang relatif singkat."

"Dimulai dengan janji kampanye pemilihan utamanya untuk mengakhiri perang di tenggara Ukraina," lanjut Peskov.

Oleh karena itu, pihak Kremlin mencurigai bahwa Ukraina bisa saja menyerang Rusia menggunakan roket itu.

Bahkan, Peskov menuturkan, Kremlin juga tidak mempercayai tindakan AS yang mencoba beritikad baik.

"Kami tidak memberikan kepercayaan kepada pihak Ukraina," kata Peskov.

"Rusia juga tidak percaya bahwa AS bertindak dengan itikad baik."

"AS menuangkan bensin ke api dengan sengaja dan dengan antusias. Dan pasokan senjata Amerika mendorong kepemimpinan Ukraina untuk tidak melanjutkan pembicaraan damai," tambahnya.

Peskov berjanji bahwa militer Rusia akan mengambil tindakan pencegahan untuk meminimalkan potensi ancaman yang ditimbulkan ke Rusia oleh roket AS yang dimiliki Ukraina.

Janji Biden Kirim Roket ke Ukraina

Sebelumnya diberitakan Tribunnews, Amerika Serikat akan menyediakan sistem roket canggih ke Ukraina untuk digunakan dalam pertahanan melawan pasukan Rusia.

Namun, sistem itu bukan dimaksudkan untuk melakukan serangan di dalam Rusia, ujar seorang pejabat Gedung Putih pada hari Rabu (1/5/2022) seperti dilansir Reuters.

Presiden AS Joe Biden telah setuju untuk memberi Ukraina sistem roket yang dapat menyerang dengan tepat sasaran jarak jauh Rusia.

Bantuan itu merupakan bagian dari paket senjata senilai 700 juta dolar AS yang yang disiapkan AS.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved