Konflik Rusia vs Ukraina

Presiden Ukraina Klaim 200.000 Anak Dibawa Paksa ke Rusia

Sebanyak 200.000 anak-anak Ukraina yang tersebar di seluruh negeri telah dibawa secara paksa ke Rusia.

Editor: lodie tombeg
tribunnews
Anak-anak Ukraina diantar menuju Inggris. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Kiev - Sebanyak 200.000 anak-anak Ukraina yang tersebar di seluruh negeri telah dibawa secara paksa ke Rusia.

Anak-anak yang dibawa termasuk anak-anak dari panti asuhan, anak-anak yang diambil dengan orang tua mereka. Juga anak-anak yang terpisah dari keluarga.

“Tujuan dari kebijakan kriminal ini bukan hanya untuk mencuri orang tetapi untuk membuat mereka yang dideportasi melupakan Ukraina dan tidak dapat kembali,” kata Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy dalam pidato pada hari Rabu (1/5/2022), seperti dikutip dari Al Jazeera.

Zelenskyy mengatakan Ukraina akan menghukum mereka yang bertanggung jawab.

Tetapi, pertama-tama Zelensky akan menunjukkan kepada Rusia di medan perang bahwa “Ukraina tidak dapat ditaklukkan, bahwa rakyat kita tidak akan menyerah dan anak-anak kita tidak akan menjadi milik penjajah.”

Zelenskyy mengatakan 243 anak telah tewas sejauh ini dalam perang, 446 terluka dan 139 hilang.

Dia menambahkan bahwa jumlah itu bisa lebih karena pemerintahnya tidak memiliki gambaran lengkap tentang situasi di daerah-daerah yang diduduki oleh pasukan Rusia.

Rusia rentan terhadap pasukan Ukraina di Kherson

Pasukan Rusia di wilayah Kherson yang sekarang diduduki sedang berebut untuk mengamankan jalur komunikasi penting yang diancam oleh Ukraina, kata Institut Studi Perang (SW).

ISW sebelumnya telah mencatat bahwa Rusia telah membiarkan posisinya yang rentan di Kherson karena ia membuang segalanya di belakang upayanya untuk merebut kota-kota kunci Luhansk, Severodonetsk dan Lysychansk.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved