Konflik Rusia vs Ukraina

Presiden Ukraina Klaim 200.000 Anak Dibawa Paksa ke Rusia

Sebanyak 200.000 anak-anak Ukraina yang tersebar di seluruh negeri telah dibawa secara paksa ke Rusia.

Editor: Lodie Tombeg
tribunnews
Anak-anak Ukraina diantar menuju Inggris. 

Gubernur regional Lviv Maksym Kozytskyy mengatakan lima orang terluka dalam serangan itu, menambahkan bahwa lebih banyak informasi akan tersedia Kamis.

Anton Gerashchenko, seorang penasihat menteri dalam negeri negara itu, mengatakan Rusia menabrak terowongan kereta api Beskidy di Pegunungan Carpathian.

Itu menjadi upaya nyata untuk memotong jalur kereta api utama dan mengganggu pengiriman senjata dan bahan bakar.

Namun, kepala perkeretaapian Ukraina mengatakan kerusakan pada rel kereta api masih dalam penilaian, tetapi terowongan itu selamat.

Kremlin Curiga Ukraina Bakal Serang Rusia Pakai Roket dari AS

Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengaku tidak mempercayai janji dari Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.

Adapun, perjanjian itu terkait dengan sistem roket baru, M142 HIMARS yang diberikan Amerika Serikat (AS) kepada Ukraina.

Pejabat AS mengatakan, pihaknya memberikan sistem senjata roket tersebut dengan jaminan tidak digunakan untuk menyerang sasaran di Rusia.

Sebab, alasannya, Washington bukanlah pihak yang berada dalam konflik Ukraina.

Presiden Zelensky pun mengamini dengan berjanji untuk menghormati jaminan AS dalam wawancaranya bersama Newsmax.

"Kami tidak tertarik dengan apa yang terjadi di Rusia. Kami hanya tertarik pada wilayah kami sendiri di Ukraina," janjinya dalam wawancara yang terbit pada Rabu (1/6/2022), dikutip Tribunnews dari RussianToday.

Namun, Peskov mengaku tidak percaya Zelensky akan menepati janjinya.

Sebab, menurut pengalaman Peskov, Zelensky kerap melanggar janji-janjinya.

"Sayangnya, hal seperti itu tidak seperti yang disarankan oleh pengalaman kami," kata Peskov.

"Zelensky telah melanggar janjinya sepanjang karir politiknya yang relatif singkat."

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved