Konflik Rusia vs Ukraina

Presiden Putin Disesatkan hingga Ancaman Kudeta, Begini Menurut Analisis Barat

Penguasa Kremlin sedang menghadapi ujian besar usai melancarkan invasi atau operasi militer ke Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin dinilai disesat.

Editor: Lodie Tombeg
bbc/kompas.com
Operasi militer Rusia di Ukraina. 

Profesor Sir Lawrence Freedman, profesor emeritus bidang Kajian Perang di Kings College, London, menulis pada pekan ini: "Sekarang bisa saja terjadi perubahan rezim di Moskwa seperti di Kyiv." Seorang pria ditangkap aparat Rusia karena memprotes invasi Rusia ke Ukraina.

Mengapa dia berpendapat demikian?

Mungkin karena Putin menjalankan perang yang sarat malapetaka. Ribuan serdadu Rusia tewas, rangkaian sanksi ekonomi dirasakan warga, dan Putin kehilangan sokongan masyarakat. Mungkin ada ancaman revolusi masyarakat. Kemudian Putin menggunakan aparat keamanan internal untuk menekan oposisi.

Namun, kondisinya berubah masam sehingga elemen-elemen elite militer, politik, dan ekonomi yang melawan Putin. Terjadi kudeta berdarah di Istana Kepresidenan dan Putin dilengserkan.

Negara-negara Barat sudah menegaskan bahwa jika Putin hengkang dan digantikan pemimpin yang lebih moderat, maka rangkaian sanksi akan dicabut dan hubungan diplomatik dipulihkan.

Hal ini mungkin sama sekali mustahil sekarang. Namun, ini bukan mustahil jika orang-orang yang selama ini mengambil untung dari Putin, kini tak lagi percaya Putin bisa melindungi kepentingan mereka. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Putin Disesatkan Penasihatnya Sendiri yang Terlalu Takut Ungkapkan Buruknya Perang di Ukraina"

Sumber: Kompas.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved