Ramadan 2026
10 Malam Terakhir Ramadan: Saatnya Meraih Rahmat Lailatul Qadar
Sepuluh malam terakhir Ramadan penuh berkah, puncaknya malam Lailatul Qadar yang lebih mulia dari seribu bulan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-cahaya-langit-dari-Masjid-Agung-Baiturrahman-Limboto.jpg)
Malam yang Dijanjikan Keselamatan dari Allah
Menurut Al-Imam Al-Qurthubi, para malaikat turun ke bumi pada malam Lailatul Qadar untuk mengaminkan setiap doa yang dilafalkan oleh umat Muslim hingga terbit fajar. Tidak hanya itu, malam ini juga dijanjikan oleh Allah SWT sebagai malam penuh keselamatan bagi orang-orang yang beribadah dengan sungguh-sungguh.
Dalam surat Al-Qadr, Allah menegaskan bahwa malam tersebut membawa keselamatan dan rahmat hingga datangnya fajar, menandakan berakhirnya malam yang penuh berkah. Hal ini menjadikan Lailatul Qadar sebagai waktu yang tepat untuk memperbanyak doa, dzikir, dan amalan baik agar memperoleh perlindungan dan keberkahan dari Allah SWT.
Keistimewaan Khusus bagi Pengikut Rasulullah SAW
Keutamaan malam Lailatul Qadar diberikan secara khusus bagi pengikut Rasulullah SAW. Hadis yang diriwayatkan oleh Al-Imam Malik dalam Al-Muwaththa menjelaskan bahwa pahala dan keberkahan malam ini secara khusus ditujukan kepada mereka yang mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW.
Dengan demikian, Lailatul Qadar bukan hanya menjadi malam mulia bagi seluruh umat Islam, tetapi secara khusus menjadi kesempatan emas bagi pengikut Rasulullah untuk meraih ampunan, pahala, dan rahmat Allah yang luar biasa.
"Rasulullah diperlihatkan umur-umur manusia sebelumnya yang relatif panjang sesuai dengan kehendak Allah, sampai (akhirnya) usia-usia umatnya semakin pendek (sehingga) mereka tidak bisa beramal lebih lama sebagaimana umat-umat sebelum mereka beramal karena panjangnya usia mereka. Maka Allah memberikan Rasulullah lailatul qadar yang lebih baik dari seribu bulan." (HR.Malik).
Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar
Meskipun waktu pastinya tidak diketahui, beberapa hadis menyebutkan adanya tanda atau ciri-ciri malam Lailatul Qadar yang dapat dirasakan oleh umat Islam.
Pertama, malam tersebut terasa sangat tenang dan damai. Suasananya tidak terlalu panas maupun terlalu dingin, sehingga memberikan ketenangan bagi orang yang beribadah.
Kedua, pada malam itu langit tampak cerah dan suasana terasa lebih menenangkan dibanding malam-malam lainnya. Banyak orang merasakan ketenteraman hati ketika memperbanyak ibadah, doa, dan dzikir.
Ketiga, pada pagi harinya matahari terbit dengan cahaya yang lembut dan tidak terlalu menyilaukan. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa matahari pada pagi setelah malam Lailatul Qadar tampak seperti bulan purnama yang tidak memancarkan sinar yang terik.
Selain itu, malam Lailatul Qadar juga diyakini sebagai malam yang dipenuhi rahmat dan keberkahan. Para malaikat turun ke bumi untuk mendoakan orang-orang yang beribadah, sehingga suasana malam terasa penuh kedamaian hingga terbit fajar. (*)
(Sumber : TribunPriangan )