Kultum Milenial
Kultum Milenial Mahasiswa IAIN Gorontalo, Mawar Sumaila: Riset Hidup di Bulan Ramadan
Ada dosa yang kita ingat, dan ada pula dosa yang mungkin sudah kita lupakan. Tetapi semuanya sudah tercatat di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
Ringkasan Berita:
- Ramadan merupakan momen krusial untuk melakukan "reset" kehidupan dan membersihkan hati dari beban dosa yang telah lalu melalui ibadah puasa yang penuh iman.
- Perubahan diri sebaiknya segera dimulai dengan mendekatkan diri kepada Allah tanpa menunda-nunda, karena tidak ada jaminan kesempatan untuk menemui Ramadan di tahun berikutnya.
- Langkah menuju ketakwaan dapat dibangun melalui kebiasaan sederhana namun konsisten, seperti menjaga salat lima waktu, melunakkan hati
TRIBUNGORONTALO.COM – Setiap manusia pasti pernah melakukan dosa.
Ada dosa yang kita ingat, dan ada pula dosa yang mungkin sudah kita lupakan. Tetapi semuanya sudah tercatat di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Kadang di dalam hati kita muncul keinginan untuk berubah menjadi lebih baik.
Namun sering kali kita berkata, “Besok saja,” atau “Nanti kalau sudah siap,” atau “Nanti kalau sudah lebih baik baru mendekat kepada Allah.”
Padahal kita tidak pernah tahu, apakah kita masih diberi kesempatan oleh Allah untuk bertemu dengan Ramadan berikutnya atau tidak.
Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta'ala menghadirkan bulan Ramadan kepada kita.
Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga bulan untuk memulai kembali kehidupan yang lebih baik.
Seperti sebuah perangkat yang menjadi lambat karena terlalu banyak beban, maka salah satu cara untuk memperbaikinya adalah dengan melakukan reset.
Begitu juga dengan manusia. Ketika hati kita sudah dipenuhi oleh dosa dan kesalahan, maka satu-satunya jalan adalah kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an, Surah Al-Baqarah ayat 183:
Artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa."
Tujuan dari puasa adalah takwa, yaitu hati yang kembali hidup, hati yang kembali mengenal Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam: