Ramadan 2026
10 Malam Terakhir Ramadan: Saatnya Meraih Rahmat Lailatul Qadar
Sepuluh malam terakhir Ramadan penuh berkah, puncaknya malam Lailatul Qadar yang lebih mulia dari seribu bulan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-cahaya-langit-dari-Masjid-Agung-Baiturrahman-Limboto.jpg)
Ringkasan Berita:
- Malam Lailatul Qadar memberi pahala setara beribadah 1.000 bulan.
- Al-Qur’an pertama kali diturunkan pada malam penuh berkah ini.
- Malam dipenuhi malaikat, kedamaian, dan keselamatan bagi yang beribadah.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah kini sudah hampir mencapai pertengahan, terasa begitu cepat berlalu.
Hingga hari ini, Minggu (8/3/2026), umat Islam telah menapaki hari ke-18 puasa, yang berarti tidak lama lagi kita akan memasuki sepuluh malam terakhir yang penuh berkah.
Keistimewaan Sepuluh Malam Terakhir Ramadan
Sepuluh malam terakhir Ramadan memiliki keistimewaan tersendiri, karena salah satunya adalah malam yang paling mulia, yaitu Lailatul Qadar.
Malam ini memiliki keutamaan yang luar biasa, di mana Allah SWT menjanjikan limpahan rahmat, keberkahan, dan ampunan bagi hamba-Nya yang menghidupkannya dengan ibadah.
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa beribadah pada malam Lailatul Qadar sama pahalanya dengan beribadah selama seribu bulan.
Keistimewaan ini menjadikan malam Lailatul Qadar sebagai momen yang sangat dinanti oleh setiap Muslim.
Oleh sebab itu, memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, dianjurkan bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak shalat malam, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan menunaikan amalan sunah lainnya.
Dengan begitu, setiap individu berkesempatan meraih rahmat dan keutamaan yang dijanjikan Allah pada malam yang penuh kemuliaan ini.
Allah SWT menjelaskan langsung kemuliaan malam lailatul qadar dalam Al-Qur'an surat Al-Qadr:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ، وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ, لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ، سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar (QS Al-Qadr [97]: 1-5).
Disebutkan pada hadis Abu Hurairah, dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut.
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari no. 1901).