Ramadan 2026
Ngabuburit Bareng Pacar, Apakah Membatalkan Puasa? Simak Ulasan Hukum Fikihnya
Momen menjelang berbuka puasa atau yang populer dengan istilah ngabuburit, sering kali menjadi ajang menghabiskan waktu bersama kekasih
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ngabuburit-di-Menara-Keagungan-Limboto.jpg)
Ingatlah bahwa setiap detik di bulan Ramadan sangat berharga. Sangat disayangkan jika waktu yang mustajab untuk berdoa (menjelang berbuka) justru digunakan untuk aktivitas yang mengundang murka Allah.
Kesimpulan
Ngabuburit bareng pacar memang tidak membatalkan puasa selama tidak terjadi hal-hal yang membatalkan secara fisik. Namun, perbuatan tersebut secara nyata merusak kualitas puasa dan dapat menghilangkan pahalanya.
Puasa yang berkualitas adalah puasa yang melibatkan seluruh panca indra.
Jika tangan masih memegang yang bukan mahram dan mata masih memandang dengan syahwat, maka hakikat puasa belum tercapai.
Mari kita jadikan Ramadan sebagai momentum untuk belajar menahan diri secara total. Menahan diri bukan hanya dari yang membatalkan, tapi juga dari yang meragukan dan mengharamkan.
Jangan sampai kita termasuk golongan orang yang merugi; lelah menahan haus di bawah terik matahari, namun di buku catatan amal hanya tertulis nol besar karena maksiat yang dilakukan saat sore hari.
Kesadaran akan hukum fikih ini diharapkan dapat membuat kita lebih bijak dalam memilih aktivitas selama bulan suci. Hubungan yang baik adalah hubungan yang membawa keberkahan, bukan yang menjadi penghalang bagi diterimanya amal ibadah.
Wallahu A'lam bish-shawab. Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk menjaga kesucian ibadah puasa kita hingga hari kemenangan tiba.
Artikel ini telah tayang di NU Online