PEMPROV GORONTALO
ASN Dekat Kantor Dianjurkan Bersepeda atau Jalan Kaki, Gubernur Gorontalo: Sunahnya Muakad
Pemerintah Provinsi Gorontalo mulai mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk berjalan kaki atau menggunakan sepeda bagi mereka
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Gubernur-Gorontalo-Gusnar-Ismail-Rabu-142026-malam.jpg)
"WFH ini sebenarnya bagi Pemprov Gorontalo sudah dilaksanakan sejak tahun lalu," ungkap Gusnar.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan adopsi dari pengalaman dan pemikirannya saat masih berada di Lemhanas, yang kemudian diterapkan di lingkungan pemerintah provinsi.
Baca juga: Pemprov Gorontalo Pastikan WFH Tak Kurangi TPP, Kinerja ASN Tetap Barometer Utama
Menindaklanjuti instruksi pusat yang menetapkan WFA pada hari Jumat, Pemprov Gorontalo tidak langsung mengambil keputusan, melainkan melakukan kajian internal terlebih dahulu.
"Setelah teman-teman di Pemprov mengkaji lebih jauh, maka kami menetapkan WFH-nya tetap hari Rabu," jelasnya.
Pemprov Gorontalo memilih mempertahankan pola yang sudah berjalan, sembari tetap menghormati kebijakan nasional dengan melaporkan hasil kajian tersebut ke Kemendagri.
Tak berhenti di situ, Gusnar bahkan membuka peluang untuk memperluas kebijakan WFH menjadi dua hari dalam sepekan, menyesuaikan dengan praktik yang sudah diterapkan di daerah lain.
"Kalau kita mencontoh Sulawesi Utara itu dua hari, hari Rabu dan hari Kamis. Kami juga akan mengusulkan kalau bisa Gorontalo juga dua hari, Rabu dan Jumat, nanti kita lihat," ujarnya.
Meski diakui berdampak pada penggunaan listrik dan air, Gusnar menegaskan bahwa fokus utama kebijakan WFH kali ini adalah untuk menekan konsumsi BBM.
Sekda Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim menegaskan bahwa WFH bukanlah hari libur.
"Kita tetap bekerja, diharapkan seluruh ASN. Pemerintahan didorong berbasis digital," kata Sofian.
Ia menyebut kebijakan ini tidak mereta di semua OPD. Beberapa layanan masyarakat tetap bekerja seperti biasa.
"Jadi ada OPD yang menangani kebencanaan, menangani ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, kesehatan, pendidikan, pendapatan, atau OPD yang melayani masyarakat secara langsung itu tidak melaksanakan WFH," jelas Sofian.
Instruksi juga akan diarahkan pada penghematan energi listrik dan air di kantor. Dari WFA tahun lalu dengan menggunakan sembilan sampel, ditemukan penghematan sebesar 25 persen penghematan listrik dan air.
"Mudah-mudahan dengan WFH ini kita akan mendapat banyak penghematan," pungkasnya. (***)
| Pemprov Gorontalo Pastikan WFH Tak Kurangi TPP, Kinerja ASN Tetap Barometer Utama |
|
|---|
| Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail Tegaskan Komitmen Pembangunan Berbasis HAM |
|
|---|
| Tunggu Arahan Gubernur, Pemprov Gorontalo Belum Terapkan WFH ASN |
|
|---|
| Soal ASN Naik Sepeda untuk Hemat BBM, Sekda Gorontalo: Kita Menyesuaikan Kebijakan Pemerintah Pusat |
|
|---|
| Gubernur Gorontalo Luncurkan Sosialisasi Masif PENAS KTNA 2026, Ajak Masyarakat Berpartisipasi |
|
|---|