PEMPROV GORONTALO
Gubernur Gorontalo Luncurkan Sosialisasi Masif PENAS KTNA 2026, Ajak Masyarakat Berpartisipasi
=Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, resmi mencanangkan publikasi dan sosialisasi Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (PENAS KTNA) XVII.
Penulis: Fajri A Kidjab | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Gubernur-Gorontalo-Gusnar-Ismail-saat-membentangkan-baliho.jpg)
Ringkasan Berita:
- Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meresmikan publikasi dan sosialisasi Pekan Nasional Petani Nelayan XVII di Kantor SAMSAT Kabupaten Gorontalo
- Acara tingkat nasional ini akan berlangsung 20–25 Juni 2026 di Kecamatan Limboto, dengan sekitar 30.000 peserta dari seluruh Indonesia
- Peninjauan infrastruktur dilakukan bersama pejabat pusat dan daerah. Program cetak sawah di Gorontalo tahun 2025 hanya terealisasi 1.033 ha dari target 5.600 ha
TRIBUNGORONTALO.COM – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, resmi mencanangkan publikasi dan sosialisasi Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (PENAS KTNA) 2026.
Peluncuran ini ditandai dengan pemasangan atribut informasi di area publik untuk memastikan kesiapan Provinsi Gorontalo sebagai tuan rumah.
Rombongan Gubernur tiba di lokasi acara, Kantor SAMSAT Kabupaten Gorontalo, pada pukul 09.02 WITA, Senin (30/3/2026).
Tak lama berselang, tepat pukul 09.06 WITA, prosesi pemasangan baliho (billboard) dan spanduk dimulai sebagai simbol dimulainya sosialisasi masif kepada masyarakat.
Gubernur Gorontalo Ajak Masyarakat Berpartisipasi
Dalam sambutannya, Gubernur menekankan pentingnya dukungan masyarakat dan instansi pemerintah untuk menjadi pelopor penyebaran informasi terkait agenda besar ini.
PENAS XVII yang dijadwalkan berlangsung pada 20–25 Juni 2026 ini diperkirakan akan menyedot perhatian besar dengan sekitar 30.000 peserta yang telah terdaftar dari seluruh penjuru Indonesia.
"Kabupaten Gorontalo, tepatnya di Kecamatan Limboto, akan menjadi tuan rumah dari sebuah kegiatan tingkat nasional yang dipercayakan kepada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten. Kami berharap masyarakat dan petugas di sini turut menyebarluaskan pelaksanaan Pertemuan Nasional Petani dan Nelayan ini," ujar Gubernur dalam sambutannya.
Usai memberikan arahan dan meresmikan sosialisasi melalui pemotongan pita, Gubernur beserta rombongan bertolak meninggalkan Kantor SAMSAT pada pukul 09.53 WITA menuju lokasi pusat pelaksanaan PENAS di Kelurahan Hepuhulawa, tepatnya di kawasan belakang GOR David Tony.
Baca juga: Pemkab Gorontalo Siapkan 5.724 Rumah untuk Peserta PENAS KTNA 2026
Peninjauan Infrastruktur dan Optimasi Lahan
Sesampainya di lokasi, Gubernur Gorontalo langsung bergabung dengan Kapolda Gorontalo Irjen Pol Widodo, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, hingga Kepala Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BRMP BIOGEN), Dr Atekan.
Atekan menyebut pihaknya mendukung penuh pelaksanaan PENAS XVII di Kabupaten Gorontalo.
"Pak Presiden juga sudah mencanangkan terkait dengan swasembada pangan berkelanjutan," ujar Atekan.
Ia membeberkan bahwa program pemerintah saat ini sangat banyak dan menonjol, terutama terkait dengan optimasi lahan dan cetak sawah.
Provinsi Gorontalo pada tahun 2025 mendapatkan jatah program cetak sawah sekitar 5.600 hektare. "Tapi saya tadi cek, ternyata yang bisa direalisasikan baru sekitar 1.033 (ha) per hari ini," jelas Atekan.
Artinya, terdapat sekitar 4.000 hektare yang tidak diselesaikan tahun lalu, sementara di tahun 2026, optimasi lahan di Gorontalo ditargetkan sekitar 5.000 hektare.
"Jadi ini adalah program yang sangat bagus dalam upaya untuk meningkatkan produksi khususnya beras di Provinsi Gorontalo," tandas Atekan. (***)