Pemkab Gorontalo
Pemkab Gorontalo Siapkan 5.724 Rumah untuk Peserta PENAS KTNA 2026
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo bergerak cepat memastikan kenyamanan puluhan ribu tamu Pekan Nasional
Ringkasan Berita:
- 5.724 rumah warga sudah diverifikasi sebagai homestay, mendekati target 6.027 unit
- Diproyeksikan menampung 30.000 peserta dari total 35.000 tamu
- Tersebar di 5 kecamatan strategis: Limboto, Limboto Barat, Telaga, Telaga Biru, Telaga Jaya
- Tarif akomodasi Rp 160.000 per hari mencakup penginapan layak, sarapan, dan makan malam
- Kehadiran puluhan ribu tamu diprediksi memicu lonjakan sektor transportasi, kuliner, dan UMK
TRIBUNGORONTALO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo bergerak cepat memastikan kenyamanan puluhan ribu tamu Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII tahun 2026.
Fokus utama saat ini tertuju pada penyediaan hunian berbasis masyarakat, di mana sebanyak 5.724 rumah warga telah diverifikasi untuk beralih fungsi sementara menjadi homestay.
Angka tersebut menunjukkan progres yang signifikan karena sudah mendekati target awal sebanyak 6.027 unit hunian.
Ribuan rumah ini tersebar di lima wilayah strategis yang menjadi titik pusat kegiatan, yakni Kecamatan Limboto, Limboto Barat, Telaga, Telaga Biru, dan Telaga Jaya.
Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo, Sakinah Wazir, menjelaskan bahwa ribuan hunian warga ini diproyeksikan mampu menampung sekitar 30.000 peserta dari total estimasi 35.000 tamu yang akan memadati Gorontalo.
"Kesiapan ini merupakan hasil kolaborasi intensif antara penyuluh pertanian, camat, hingga kepala desa dan lurah untuk memastikan ketersediaan tempat tinggal bagi peserta selama lima hari acara," ujar Sakinah, Senin (9/2/2026).
Baca juga: Breaking News: Bupati Bone Bolango Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas
Standardisasi Layanan dan Tarif
Demi menjaga kenyamanan dan keseragaman, Pemkab telah menetapkan standar layanan bagi pemilik rumah. Setiap peserta akan dikenakan biaya akomodasi sebesar Rp 160.000 per hari.
Tarif tersebut sudah mencakup fasilitas menginap yang layak dan penyediaan makan pagi dan makan malam oleh pemilik rumah.
Sakinah menambahkan bahwa tarif ini bersifat mandiri dan diperuntukkan bagi peserta umum, belum termasuk kebutuhan khusus untuk panitia pusat atau delegasi kementerian.
Dampak Ekonomi dan Keramahan Tuan Rumah
Kehadiran puluhan ribu tamu dari seluruh provinsi di Indonesia diyakini akan memicu perputaran ekonomi yang besar di Gorontalo. Sektor transportasi, kuliner, dan UMKM diprediksi akan mengalami lonjakan permintaan yang drastis.
Pemkab pun mengimbau masyarakat untuk memberikan pelayanan terbaik.
"Kami berharap warga selaku tuan rumah menjaga keramahan demi citra daerah selama perhelatan nasional ini berlangsung," tambah Sakinah.
Baca juga: Breaking News: Bupati Bone Bolango Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas
Dukungan Infrastruktur Fisik
Selain kesiapan hunian, Pemkab Gorontalo juga mempercepat perbaikan infrastruktur penunjang. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gorontalo, Risman Umar, menyatakan pihaknya telah menyerahkan dokumen Detail Engineering Design (DED) kepada Kementerian PU.
Beberapa poin utama perbaikan infrastruktur meliputi: