Pemkab Gorontalo
Bupati Gorontalo Pastikan Kesiapan Lahan dan Infrastruktur Jelang PENAS Petani Nelayan 2026
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo menyatakan kesiapan penuh dalam menyambut gelaran Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan ke-17 tahun 2026.
Penulis: Fajri A Kidjab | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Bupati-Gorontalo-Sofyan-Puhi-saat-berpidato-di-lokasi-pusat-PENAS.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pemkab Gorontalo menyatakan siap menjadi tuan rumah utama Penas Petani Nelayan XVII tahun 2026, dengan dukungan penuh dari Kementerian Pertanian dan Pemprov Gorontalo
- Persiapan mencakup lahan inti, akomodasi peserta, serta dorongan bagi petani lokal untuk meningkatkan produktivitas dan sektor agribisnis
- Pemkab berkomitmen memperkuat sinergi untuk mencapai target optimasi lahan 5.000 hektare pada 2026, setelah realisasi cetak sawah 2025 baru 1.033 hektare dari target 5.600 hektare
TRIBUNGORONTALO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo menyatakan kesiapan penuh dalam menyambut gelaran Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan ke-17 tahun 2026.
Hal ini ditegaskan oleh Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, saat mendampingi Gubernur Gorontalo dalam agenda penanaman perdana gelar teknologi pertanian di Kecamatan Limboto, Senin (30/3/2026).
Bupati Sofyan Puhi menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi Gorontalo atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Gorontalo sebagai tuan rumah utama agenda nasional tersebut.
"Kami ucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian, Pak Gubernur Gorontalo atas kepercayaan Kabupaten Gorontalo menjadi tuan rumah Pekan Nasional Petani Nelayan ke-17," ujar Sofyan dalam sambutannya.
Baca juga: Gubernur Gorontalo Luncurkan Sosialisasi Masif PENAS KTNA 2026, Ajak Masyarakat Berpartisipasi
Fokus pada Akselerasi Infrastruktur Pertanian
Selain penyiapan lahan inti, Bupati mengungkapkan bahwa pihaknya tengah memacu berbagai kegiatan pendukung lainnya. Penas 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 20–25 Juni mendatang diprediksi akan dihadiri oleh sekitar 30.000 peserta dari seluruh Indonesia.
Sofyan menekankan bahwa momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan pemicu semangat bagi para petani lokal untuk meningkatkan produktivitas dan memajukan sektor agribisnis di daerah.
"Insyaallah ini juga menjadi penyemangat kami semua untuk mendorong para petani Gorontalo khususnya dan Kabupaten Gorontalo untuk terus berkembang. Terus kita majukan komitmen kita untuk pembangunan di bidang pertanian," bebernya.
Menanggapi catatan dari Kementerian Pertanian terkait realisasi cetak sawah tahun 2025 yang baru mencapai 1.033 hektare dari target 5.600 hektare,
Bupati menyatakan akan terus memperkuat sinergi. Pihaknya berkomitmen mengawal target optimasi lahan tahun 2026 yang dipatok sebesar 5.000 hektare di wilayah Gorontalo.
"Kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan Kementerian Pertanian untuk menyukseskan program nasional ini. Persiapan infrastruktur, termasuk akomodasi bagi peserta, terus kami matangkan," pungkas Sofyan. (***)