Ketupat Gorontalo
Seru dan Panas! Balap Ketinting Leato Selatan di Momen Ketupat Gorontalo Dipadati Ratusan Penonton
Kemeriahan lomba balap perahu ketinting dalam rangka Gebyar Ketupat di pesisir Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KETINTING-LEBARAN-KETUPAT-LOMBA-LEATO-SELATAN.jpg)
Ringkasan Berita:
- Lomba balap perahu ketinting dalam Gebyar Ketupat di Leato Selatan berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari ratusan warga.
- Peserta asal Desa Olele mendominasi hampir seluruh kategori, baik di kelas perahu sayap maupun perahu batang.
- Total 14 peserta ambil bagian dalam dua kelas lomba dengan total hadiah mencapai Rp10 juta.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Kemeriahan lomba balap perahu ketinting dalam rangka Gebyar Ketupat di pesisir Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo mencapai puncaknya saat panitia resmi mengumumkan para pemenang, Minggu (29/3/2026).
Sejak lomba dimulai, ratusan warga tampak memadati tenda dan area pesisir untuk menyaksikan jalannya prlombaan.
Antusiasme masyarakat begitu tinggi, bahkan sebagian rela bertahan di bawah terik matahari demi mendukung jagoan mereka.
Suasana semakin memanas ketika satu per satu perahu dilepas ke lintasan.
Baca juga: Apel Perdana dan Halalbihalal ASN Pemrov Gorontalo, Gubernur Gusnar: Ada yang Belum Baku Maaf?
Sorak sorai penonton mengiringi setiap putaran hingga akhirnya perlombaan mencapai garis akhir dan menghasilkan para juara dari masing-masing kelas.
Ketua panitia, Didit Nailu, menjelaskan mekanisme perlombaan yang digelar dalam dua kelas berbeda.
"Jadi tadi mainnya dua kelas," kata Didit.
Ia juga mengungkapkan jumlah akhir peserta yang ikut ambil bagian dalam lomba tersebut.
"Terakhir rekap jumlah peserta ada 14," ujarnya.
Dari hasil perlombaan, panitia menetapkan tiga pemenang di masing-masing kelas, yakni kelas perahu sayap dan kelas perahu batang.
Pada kelas perahu balap (perahu sayap), juara pertama diraih oleh Rajawali dari Desa Olele, disusul Gadis Manja dari Desa Lion Sulawesi Utara di posisi kedua, dan Prekel dari Olele di posisi ketiga.
Sementara pada kelas perahu balap (perahu batang), dominasi Olele semakin terlihat.
Prekel dari Olele keluar sebagai juara pertama, diikuti Ratu Pantai dan Senopati yang juga berasal dari Olele di posisi kedua dan ketiga.
Hasil tersebut mempertegas keunggulan peserta asal Desa Olele yang berhasil mendominasi hampir seluruh kategori lomba.