Info Cuaca Gorontalo
BMKG Prediksi Awal Kemarau di Gorontalo, Ini Jadwal dan Dampaknya
Kondisi ini menandai masuknya fase pancaroba, yakni masa peralihan yang ditandai dengan cuaca tidak stabil, panas mulai meningkat, namun hujan
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/CUACA-Potret-pesisir-Selatan-Gorontalo-siang-ini-Kamis-2632026.jpg)
Kondisi ini turut menyebabkan suhu udara menjadi lebih tinggi.
BMKG memperkirakan awal musim kemarau di Gorontalo akan dimulai dalam waktu dekat, yakni sekitar Mei hingga Juni.
Adapun puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus hingga September.
Meski demikian, Cucu menegaskan bahwa dampak musim kemarau tidak akan dirasakan secara seragam di seluruh wilayah Gorontalo.
"Gorontalo pastinya akan berdampak, namun tergantung karakteristik wilayahnya," ungkap Cucu.
Perbedaan kondisi ini dipengaruhi oleh faktor lokal yang cukup kuat. Bahkan, di wilayah selatan, hujan masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
"Pada bulan april gorontalo bagian selatan masih akan mengalami hujan. dimana dari data normal 30 tahun puncak musim hujan di wilayah selatan Gorontalo adalah pada bukan Mei, dan puncak musim kemarau pada bulan Agustus - september," paparnya.
Dari sisi suhu, kondisi udara selama pancaroba hingga awal kemarau diperkirakan cukup tinggi.
BMKG mencatat suhu berkisar antara 32 hingga 34 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan antara 50 hingga 90 persen.
Kombinasi suhu tinggi dan kelembapan tersebut membuat udara terasa lebih panas dan gerah, terutama pada siang hari.
Menghadapi kondisi ini, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, baik dari sisi kesehatan maupun potensi kebakaran.
"Minum air minimal 2-3 liter/hari, gunakan topi dan sunscreen saat berada diluar ruangan serta hindari pembakaran lahan yang beresiko karhutlah," pungkasnya.(*)