LIPSUS GENTENG
Arsitek Beberkan Keunggulan Genteng dan Seng untuk Hunian di Gorontalo
gagasan gentengisasi yang diperkenalkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendapat respons dari kalangan arsitek di Gorontalo.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/272023_Ketua-IAI-Gorontalo-Yohanes-P-Erick.jpg)
Ringkasan Berita:
- Arsitek Gorontalo menilai program gentengisasi berpotensi meningkatkan kenyamanan, kesehatan, dan ketahanan hunian masyarakat.
- Namun, penerapannya dinilai perlu menggunakan pendekatan berbasis kinerja bangunan, bukan hanya mengganti material atap.
- Selain mempertimbangkan faktor teknis dan iklim, program ini juga perlu menyesuaikan kondisi sosial, ekonomi, serta kearifan lokal masyarakat.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Gagasan gentengisasi yang diperkenalkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendapat respons dari kalangan arsitek di Gorontalo.
Program gentengisasi diketahui merupakan gerakan strategis untuk meningkatkan kualitas atap rumah rakyat sebagai bagian dari upaya memperbaiki wajah permukiman sekaligus meningkatkan kenyamanan hunian di berbagai daerah.
Arsitek sekaligus pemerhati kota, Yohanes P Erick, menilai program tersebut tidak semata dipahami sebagai penggantian material atap, melainkan langkah untuk mendorong terciptanya hunian yang lebih sejuk, sehat, dan tahan terhadap cuaca.
“Sekaligus membuka peluang penguatan ekonomi lokal melalui keterlibatan koperasi desa dan pelaku usaha setempat dalam rantai pasok material bangunan,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (4/2/2026).
Baca juga: Meski Dianjurkan Prabowo, Rupanya Tak Semua Warga Gorontalo Tertarik Genteng, Ini Alasan Mereka
Ia menjelaskan, dalam kerangka rumah layak huni dan bangunan berkelanjutan, kebijakan gentengisasi dapat dipandang sebagai upaya meningkatkan kualitas hunian dari sisi kenyamanan termal, kesehatan ruang dalam, dan ketahanan bangunan.
Namun secara profesional, Erick menilai pendekatan paling aman dan berkelanjutan adalah berbasis kinerja bangunan, bukan berbasis satu jenis bahan tertentu.
“Artinya, tujuan utamanya memastikan setiap atap, apa pun materialnya, mampu memenuhi standar dasar, yakni aman secara struktur, sejuk di dalam ruang, tidak bising saat hujan, tahan bocor, serta efisien dalam perawatan dan biaya jangka panjang,” ungkapnya.
Menurut Erick, pendekatan berbasis kinerja menjadi penting bagi Gorontalo karena karakter permukimannya beragam, mulai dari kawasan pesisir, perdesaan, hingga perkotaan, dengan kondisi struktur rumah yang tidak selalu sama.
“Dengan cara ini, keluaran program tidak dipahami sebagai semua rumah harus menggunakan material tertentu, melainkan semua rumah harus mencapai kualitas atap yang layak dan nyaman bagi penghuninya,” terangnya.
Kearifan Lokal
Erick menegaskan, literatur arsitektur vernakular Gorontalo lebih banyak menekankan makna filosofis bentuk rumah dan adaptasi terhadap iklim, seperti konsep rumah panggung, nilai ekologis bangunan, serta makna simbolik elemen arsitektur, termasuk atap.
“Atap dipahami sebagai ‘kepala’ rumah yang berfungsi melindungi kehidupan keluarga dari panas, hujan, dan pengaruh lingkungan sekitar,” katanya.
Ia menambahkan, dalam kebudayaan lisan yang berkembang di Gorontalo terdapat pandangan simbolik yang memaknai tanah sebagai bagian dari siklus kehidupan dan kematian. Hal tersebut memunculkan preferensi di sebagian wilayah untuk tidak menggunakan material berbasis tanah pada elemen tertentu bangunan.
Meski demikian, Erick menegaskan tidak ditemukan aturan adat tertulis maupun norma kolektif yang secara tegas melarang atau mewajibkan penggunaan genteng tanah liat maupun seng sebagai penutup atap.
“Dalam praktik sehari-hari, masyarakat lebih menjaga tampilan, fungsi, dan kenyamanan rumah, bukan bahan tunggal yang digunakan,” jelasnya.
| Tokoh Adat Gorontalo Sebut Penggunaan Atap Genteng tak Sesuai Kebiasaan Lokal |
|
|---|
| Lelucon “Tinggal di Kubur” Muncul Lagi Saat Wacana Gentengisasi Menguat |
|
|---|
| Meski Dianjurkan Prabowo, Rupanya Tak Semua Warga Gorontalo Tertarik Genteng, Ini Alasan Mereka |
|
|---|
| Kadis PUPR-PKP Ungkap Tantangan Penggunaan Genteng di Gorontalo, Ulas Sejarah hingga Kearifan Lokal |
|
|---|