Kamis, 12 Maret 2026

Lipsus Tambang Gorontalo

Pakar Geologi UNG Beberkan Asal Kandungan Emas di Gorontalo

Meski tidak memiliki gunung api aktif, Provinsi Gorontalo secara geologi menyimpan karakter batuan yang berkaitan erat dengan aktivitas

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Pakar Geologi UNG Beberkan Asal Kandungan Emas di Gorontalo
Stock
ILUSTRASI TAMBANG -- Tambang emas ilegal di Pohuwato. 

“Dari Gorontalo sampai Manado di Sulawesi Utara, dikenal sebagai lengan utara Sulawesi,” paparnya.

Kawasan ini memiliki karakter batuan yang berbeda dengan lengan Sulawesi lainnya seperti lengan barat, timur, dan tenggara, sehingga sumber daya mineral yang dikandungnya pun tidak sama.

Sebagai perbandingan, Lengan Tenggara Sulawesi didominasi batuan kerak samudra atau bawah laut yang kaya akan nikel.

“Kalau di lengan tenggara kita tahu banyak nikel karena batuannya berasal dari kerak samudra,” jelasnya.

Sementara Gorontalo memiliki ciri khas logam dasar berupa besi metal yang mengandung emas, tembaga, perak, hingga timah hitam.

Di balik potensi tersebut, Kasim mengingatkan bahwa aktivitas pertambangan, baik oleh masyarakat maupun perusahaan, tetap memiliki risiko terhadap lingkungan.

“Kita tidak bisa menghindari dampak, yang bisa kita lakukan adalah memperkecil dampaknya,” tegasnya.

Menurutnya, upaya tersebut dapat dilakukan melalui kajian yang matang, manajemen yang baik, perhitungan teknis, intervensi lingkungan, hingga kegiatan reboisasi.

Ia menegaskan pemanfaatan sumber daya mineral harus berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Jika lingkungan rusak dan ekonomi masyarakat tidak membaik, maka terdapat persoalan dalam tata kelola pertambangan.

“Kalau dampak ekonomi menurun dan dampak lingkungan juga menurun, berarti ada kesenjangan. Artinya, tambang tidak memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” tukasnya.

Kasim menambahkan kebijakan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) yang didorong Pemerintah Provinsi Gorontalo telah melalui kajian geologi dan melibatkan akademisi UNG.

“Terakhir saya bersama tim diminta bantuan Pemprov melalui Dinas ESDM untuk menyusun laporan reklamasi dan pascatambang, dan itu sudah selesai,” pungkasnya.

Sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat, UNG juga hadir melalui berbagai program seperti KKN dan penelitian di bidang pencemaran lingkungan, geowisata, kebencanaan, hingga kajian hidrologi tanah. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 12 Maret 2026 (22 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:07
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:12

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved