Rabu, 11 Maret 2026

Lipsus Tambang Gorontalo

Pakar Geologi UNG Beberkan Asal Kandungan Emas di Gorontalo

Meski tidak memiliki gunung api aktif, Provinsi Gorontalo secara geologi menyimpan karakter batuan yang berkaitan erat dengan aktivitas

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Pakar Geologi UNG Beberkan Asal Kandungan Emas di Gorontalo
Stock
ILUSTRASI TAMBANG -- Tambang emas ilegal di Pohuwato. 

Ringkasan Berita:
  • Provinsi Gorontalo dikenal kaya akan emas dan logam bernilai ekonomi karena wilayahnya didominasi batuan bertipe vulkanik. 
  • Pakar geologi Universitas Negeri Gorontalo menjelaskan perbedaan metode penambangan di Suwawa dan Pohuwato tetap berasal dari sistem geologi yang sama. 
  • Meski potensinya besar, aktivitas pertambangan perlu dikelola dengan baik agar dampak lingkungan dapat ditekan dan kesejahteraan masyarakat meningkat.

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Meski tidak memiliki gunung api aktif, Provinsi Gorontalo secara geologi menyimpan karakter batuan yang berkaitan erat dengan aktivitas vulkanik di masa lalu.

Kondisi inilah yang menjadi salah satu faktor melimpahnya sumber daya mineral, khususnya emas.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Laboratorium Teknik Geologi Fakultas MIPA Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Muh Kasim, Kamis (22/1/2026).

Menurut Kasim, batuan penyusun wilayah Gorontalo didominasi oleh batuan gunung api yang secara ilmiah berasosiasi dengan logam bernilai ekonomi.

Baca juga: Dosen Teknik Geologi UNG Muh Kasim Ungkap Alasan Gorontalo Kaya Mineral Emas dan Tembaga

“Kalau kita lihat batuannya, umumnya batuan di Gorontalo itu adalah batuan gunung api,” ujarnya.

Karakter batuan tersebut, lanjut Kasim, membuat Gorontalo kaya akan logam dasar seperti emas dan tembaga, termasuk berbagai jenis bijih primer lainnya.

Perbedaan karakter batuan juga tercermin pada metode penambangan di sejumlah daerah. Di Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, aktivitas pertambangan dilakukan dengan menggali langsung batuan induk.

“Kalau di Suwawa itu adalah endapan primer, jadi langsung diambil dari batuannya,” jelasnya.

Sementara di Kabupaten Pohuwato, penambangan lebih banyak dilakukan di kawasan sungai. Emas yang diambil bukan berasal dari batuan utuh, melainkan dari material hasil pelapukan batuan yang terbawa aliran air.

“Kalau di Pohuwato, emasnya berasal dari lapukan batuan yang mengandung emas dan terbawa oleh erosi sungai,” terang Kasim.

Meski metode penambangan berbeda, Kasim menegaskan keduanya tetap bersumber dari sistem geologi yang sama, yakni batuan gunung api.

Berdasarkan sejumlah hasil penelitian, ia menyebut potensi mineral tidak hanya terkonsentrasi di satu wilayah. Hampir seluruh kabupaten di Gorontalo memiliki peluang yang sama.

Kondisi tersebut sejalan dengan maraknya aktivitas tambang rakyat yang kini tersebar di berbagai daerah, bahkan hingga kawasan perbatasan Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah.

Untuk mempermudah pemahaman, Kasim menjelaskan Gorontalo berada di kawasan geologi yang dikenal sebagai Lengan Utara Sulawesi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Rabu, 11 Maret 2026 (21 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:08
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:12

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved