Berita Populer Gorontalo
7 Berita Populer: Hamim Pou Masuk Lapas, Ketimpangan Lahan Tambang, hingga Aturan Baru Tilang
Update Gorontalo: Hamim Pou ke Lapas, ketimpangan tambang emas, aturan tilang baru, kisah haru Opa Asi. Cek berita selengkapnya di sini!
Penulis: Redaksi | Editor: Tita Rumondor
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Baca-7-berita-Populer-Gorontalo-hari-ini-Kamis-22-Januari-2026.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Provinsi Gorontalo memiliki sejumlah perusahaan tambang yang mengelola Izin Usaha Pertambangan (IUP) seluas 37.581 hektare.
Jumlah tersebut terdiri atas 2 pemegang IUP kontrak karya atau IUP Khusus yakni Gorontalo Minerals di Bone Bolango seluas 24.900 hektare dan Gorontalo Sejahtera Mining (GSM) di Pohuwato seluas 7.300 hektare.
Saham Tambang Gorontalo Minerals 80 persen dimiliki PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRM) dan 20 persen saham dimiliki oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
Sedangkan Gorontalo Sejahtera Mining (GSM), bagian dari PT Merdeka Gold Resources (MGR), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang mengelola Pani Gold Mine di Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
Pemegang IUP lainnya, PT Jihua Biotech Industri memiliki luas 300 hektare, PT Lion Global Energi seluas 4.981 ha.
Pesan Mendalam Wabup Gorontalo Tonny Junus saat Lepas Kirab Bendera Pusaka Hari Patriotik ke-84
Ringkasan Berita:
- Peringatan Hari Patriotik ke-84: Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus, melepas rombongan kirab duplikat Bendera Pusaka untuk memperingati peristiwa sejarah 23 Januari 1942
- Bendera tersebut dibawa secara estafet dari Kabupaten Gorontalo menuju Kabupaten Bone Bolango
- Pesan Patriotisme untuk Generasi Muda: Tonny S. Junus menekankan bahwa kirab ini bukan sekadar seremoni
TRIBUNGORONTALO.COM – Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus, mengambil peran sentral dalam menghidupkan kembali memori heroik rakyat Gorontalo.
Secara resmi, ia melepas rombongan kirab duplikat Bendera Pusaka dalam rangka memperingati Hari Patriotik ke-84, Kamis (22/1/2026).
Hari Patriotik 23 Januari 1942 adalah momen di mana rakyat Gorontalo, di bawah kepemimpinan Nani Wartabone, menyatakan kemerdekaannya dari penjajahan Belanda, tepat tiga tahun sebelum proklamasi kemerdekaan RI.
Momen khidmat ini menandai estafet sejarah saat Tonny menyerahkan duplikat Sang Saka Merah Putih beserta perangkatnya kepada Ketua Rombongan Kirab.
(*)