DPRD Provinsi Gorontalo

Ekonomi Gorontalo Stabil, Tapi Kok Warga Belum Sejahtera? Ini Kata Wakil Ketua DPRD

Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi NasDem, Ridwan Monoarfa, angkat bicara soal kondisi ekonomi Gorontalo yang kerap disebut stabil

|
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
EKONOMI GORONTALO -- Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Fraksi Nasdem, Ridwan Monoarfa. Ridwan memberikan pandangan dan solusinya terhadap ekonomi Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi NasDem, Ridwan Monoarfa, angkat bicara soal kondisi ekonomi Gorontalo yang kerap disebut stabil, namun belum sepenuhnya dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

Di atas kertas, perekonomian Gorontalo memang menunjukkan indikator yang relatif aman.

Inflasi terkendali, APBD dinilai stabil, dan pertumbuhan ekonomi masih berada dalam tren positif. 

Namun di balik angka-angka tersebut, muncul pertanyaan yang kerap disampaikan masyarakat terkait alasan kesejahteraan belum benar-benar terasa dalam kehidupan sehari-hari.

Ridwan menilai pertanyaan itu sangat wajar. Menurutnya, Gorontalo sejatinya bukan daerah miskin sumber daya.

Daerah ini memiliki potensi jagung yang melimpah, kekayaan hasil laut, hingga peluang besar pengembangan peternakan sapi potong. 

Baca juga: Wabup Boalemo Lahmudin Hambali Pimpin Apel Korpri, Minta WFA Dilaksanakan Bertanggungjawab

Namun hingga kini, manfaat ekonomi dari potensi tersebut belum sepenuhnya dinikmati masyarakat secara luas.

“Masalah utama Gorontalo bukan pada ketersediaan sumber daya alam, tetapi pada arah kebijakan pembangunan yang belum mampu mengoptimalkan potensi tersebut,” kata Ridwan, Minggu (18/1/2026).

Politisi daerah pemilihan Gorontalo Utara ini mengakui bahwa stabilitas ekonomi merupakan capaian yang patut diapresiasi.

Namun menurutnya, stabilitas seharusnya menjadi pijakan awal untuk perubahan yang lebih besar, bukan sekadar tujuan akhir.

Ia menyoroti struktur ekonomi Gorontalo yang hingga kini masih bertumpu pada penjualan bahan mentah ke luar daerah.

Kondisi ini, kata Ridwan, membuat nilai tambah justru dinikmati wilayah lain.

“Faktanya, ekonomi Gorontalo masih bergantung pada penjualan bahan mentah. Jagung dijual keluar daerah tanpa pengolahan, ikan dijual segar tanpa nilai tambah. Akibatnya, keuntungan besar justru dinikmati daerah lain,” ujarnya.

Situasi tersebut berdampak langsung pada kesejahteraan pelaku usaha di tingkat bawah. Peningkatan produksi tidak selalu sejalan dengan peningkatan pendapatan petani dan nelayan.

Secara makro, ekonomi terlihat stabil, namun dalam realitas sosial, manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 19 Februari 2026 (1 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:33
Subuh 04:43
Zhuhr 12:05
‘Ashr 15:22
Maghrib 18:08
‘Isya’ 19:17
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved