Perempuan Inspiratif Gorontalo
Sosok Mega Mokoginta, Penulis dan Aktivis Muda Gorontalo Jadi Simbol Advokasi Perempuan
Di tengah arus perubahan zaman yang kian dinamis, muncul seorang srikandi muda dari tanah Gorontalo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-Mega-Mokoginta.jpg)
Ringkasan Berita:
- Mega Mokoginta vokal dalam isu kemanusiaan, perempuan, dan hak asasi manusia
- Ia memimpin FPMIK Gorontalo, mendirikan komunitas Arah Langkah Anak Muda Indonesia, serta aktif di KOHATI dan WIRE-G untuk memperkuat advokasi berbasis riset
- Ia menggerakkan Sekolah Kampung Kawan Alam sebagai ruang pendidikan alternatif, sekaligus mendorong generasi Z dan milenial untuk berani berpendapat dan mengasah nalar kritis
TRIBUNGORONTALO.COM – Di tengah arus perubahan zaman yang kian dinamis, muncul seorang srikandi muda dari tanah Gorontalo yang mendedikasikan seluruh energi dan pikirannya pada isu kemanusiaan.
Ia adalah Mega Mokoginta, seorang aktivis, penulis, sekaligus penggerak sosial yang kini menjadi simbol advokasi perempuan di daerahnya.
Bagi Mega, perjuangan bukan sekadar retorika di mimbar-mimbar formal, melainkan sebuah kerja nyata yang menyentuh akar rumput.
Ia membuktikan bahwa suara perempuan bukan hanya pelengkap, melainkan kekuatan perubahan yang nyata bagi tatanan sosial.
Rekam jejaknya dalam dunia pergerakan tergolong sangat masif dan terstruktur untuk pemuda seusianya.
Hal ini terlihat dari konsistensinya dalam mengawal berbagai isu strategis, mulai dari kebijakan daerah hingga persoalan hak asasi manusia.
Pada periode 2022-2023, Mega mengemban amanah besar sebagai Ketua FPMIK Cabang Kota Gorontalo.
Di posisi tersebut, ia dikenal vokal dalam menyuarakan ketimpangan yang terjadi di masyarakat urban maupun pelosok.
Tidak berhenti di situ, ia juga melahirkan gagasan segar dengan mendirikan komunitas "Arah Langkah Anak Muda Indonesia".
Komunitas ini ia bentuk sebagai wadah untuk menyemai nalar kritis di kalangan generasi Z dan milenial.
Baca juga: Sosok Yeti Mahmud Korban Kebakaran Rumah di Siendeng Gorontalo, Pekerja Keras dan Baik Hati
Fokus utamanya dalam komunitas tersebut adalah memberikan ruang bagi pemuda untuk berani berpendapat.
Mega percaya bahwa tanpa nalar kritis, pemuda hanya akan menjadi penonton dalam sejarah bangsanya sendiri.
Dedikasi Mega pada isu perempuan semakin menguat saat ia menjabat sebagai Sekretaris Umum Korps-HMI Wati (KOHATI).
Di organisasi ini, ia belajar banyak tentang struktur patriarki dan bagaimana cara melawannya melalui edukasi.