Rabu, 18 Maret 2026

Hiu Paus Gorontalo

Wisata Hiu Paus Gorontalo Ramai Dikunjungi, Turis Jepang Snorkeling hingga Beri Makan Sherly

Wisata Hiu Paus Botubarani di Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, kembali dipadati wisatawan pada Sabtu (17/1/2026).

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Wisata Hiu Paus Gorontalo Ramai Dikunjungi, Turis Jepang Snorkeling hingga Beri Makan Sherly
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
HIU PAUS--Kondisi Wisata Hiu Paus Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo Sabtu (17/1/2026). Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Wisata Hiu Paus Botubarani di Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, kembali dipadati wisatawan pada Sabtu (17/1/2026).

Meski kondisi laut terpantau berombak, antusiasme pengunjung tidak surut untuk menyaksikan langsung kemunculan hiu paus di habitat alaminya.

Sejak pagi hari, sekitar 40 wisatawan, baik mancanegara maupun domestik, terlihat memadati kawasan wisata bahari tersebut.

Suasana pantai tampak hidup dengan aktivitas wisatawan yang bergantian turun ke laut, menaiki perahu, hingga mengabadikan momen dari atas dermaga.

Baca juga: Dulu Ramai Tiap Malam, Kini Pedagang Kalimadu Kota Gorontalo Keluhkan Sepi Pengunjung

Salah satu rombongan yang mencuri perhatian datang dari Jepang. Enam wisatawan asing tampak antusias mengikuti berbagai aktivitas, mulai dari snorkeling, berfoto menggunakan perahu kaca (glass boat), hingga menaiki perahu nelayan untuk melihat hiu paus dari jarak dekat.

Pada hari itu, sedikitnya tiga ekor hiu paus muncul ke permukaan perairan Botubarani.

WISATAWAN --- Tiga wisatwan yang tampak asyik menikmati berwisata di Botubarani
WISATAWAN --- Tiga wisatwan yang tampak asyik menikmati berwisata di Botubarani, berinteraksi dengan Hiu Paus, Sabtu 17 Januari 2025.

Salah satunya adalah hiu paus yang dikenal dengan nama Sherly, yang sudah cukup familiar bagi pengelola dan nelayan setempat karena kerap muncul di kawasan tersebut.

Salah seorang wisatawan asal Jepang, Omi, datang bersama dua temannya, Nana dan Shichi.

Mereka mengaku baru pertama kali mengunjungi Gorontalo dan secara khusus mencoba wisata hiu paus.

“Kami dari Jepang. Hari ini coba tur hiu paus di Gorontalo. Mantap sekali,” kata Omi saat ditemui di lokasi.

Ia mengaku tidak menyangka bisa melihat hiu paus berukuran raksasa dari jarak sangat dekat di laut terbuka.

“Hiunya besar sekali. Kami lihat langsung dari perahu, lalu snorkeling juga. Cuacanya bagus, jadi sangat nyaman,” ujarnya.

Tak hanya berenang di sekitar hiu paus, rombongan wisatawan Jepang tersebut juga memanfaatkan sejumlah fasilitas wisata untuk menikmati pemandangan bawah laut tanpa harus turun ke air.

“Kami lihat hiu paus, terus foto-foto. Banyak momen bagus,” kata Omi.

Menurutnya, pengalaman paling berkesan adalah saat perahu mereka didekati hiu paus Sherly yang muncul ke permukaan.

“Tadi kami juga lihat yang namanya Sherly. Dia dekat sekali dengan perahu. Kami bisa foto bersama,” ucapnya.

Baca juga: Pesawat Rute Djalaludin Gorontalo ke Pohuwato Sepi Penumpang, Diduga Warga Masih Trauma

Omi mengungkapkan, rencana berkunjung ke Gorontalo berawal dari cerita teman-temannya di Indonesia.

“Teman-teman orang Indonesia yang kasih tahu. Katanya di Gorontalo bisa ketemu hiu paus langsung, jadi kami harus datang,” tuturnya.

Ia mengatakan, dirinya datang bersama beberapa teman dari Jepang dan memang sengaja mengatur perjalanan khusus untuk menikmati wisata laut di Gorontalo.

“Kami datang sama teman-teman, semuanya dari Jepang. Ini perjalanan pertama kami ke sini,” katanya.

Selain memuji pengalaman wisata, Omi juga menyampaikan harapannya terhadap pengelolaan kawasan Botubarani.

“Tempatnya sudah bersih, lautnya bagus, barang-barang juga aman ditaruh di sini,” ujarnya.

Ia berharap kebersihan dan kelestarian lingkungan tetap dijaga agar wisata hiu paus dapat terus dinikmati wisatawan.

“Tolong jaga terus lingkungannya seperti ini. Kalau bersih dan aman, wisatawan pasti senang datang lagi,” katanya.

Terkait kondisi cuaca, Omi menyebut selama berada di Gorontalo, situasi cukup bersahabat untuk aktivitas laut.

“Kami sudah hari kedua di sini. Dari kemarin sampai hari ini cuacanya bagus,” ucapnya.

Pantauan TribunGorontalo.com di lokasi menunjukkan aktivitas wisata berlangsung hampir tanpa jeda.

Sejumlah pengunjung terlihat bergantian turun ke laut dengan perlengkapan snorkeling, sementara wisatawan lainnya memilih mengabadikan momen dari atas perahu.

Karena kondisi laut yang berombak, para pengelola tampak beramai-ramai mendorong perahu dari darat ke laut. Beberapa perahu kayu milik nelayan setempat terlihat mengitari area kemunculan hiu paus.

Dari atas perahu, wisatawan diberi kesempatan menyaksikan langsung hiu paus saat muncul ke permukaan, termasuk ketika Sherly mendekat untuk mencari makan.

Pemandu wisata terlihat aktif mengatur jarak aman antara wisatawan dan hiu paus, sembari terus mengingatkan agar pengunjung tidak menyentuh tubuh satwa tersebut.

Pengelola juga melarang wisatawan berenang terlalu dekat dengan bagian kepala maupun ekor hiu paus demi keselamatan bersama.

Sejumlah wisatawan domestik mengaku baru pertama kali menyaksikan langsung hiu paus di habitat aslinya dan menilai pengalaman tersebut jauh lebih mengesankan dibanding sekadar melihat melalui video atau media sosial.

Wisata Hiu Paus Botubarani dikenal sebagai salah satu ikon pariwisata bahari Gorontalo. Kemunculan hiu paus yang relatif rutin menjadikan kawasan ini destinasi favorit wisatawan lokal maupun mancanegara.

Memasuki tahun 2026, pengelolaan wisata Botubarani mengalami sejumlah perubahan, khususnya terkait harga layanan.

Namun, perubahan tersebut tidak mencakup semua fasilitas. Tiket masuk wisata masih dipatok dengan harga lama.

Untuk warga lokal, tiket masuk dewasa sebesar Rp10 ribu dan anak-anak Rp5 ribu. Sementara bagi wisatawan mancanegara, tiket masuk dipatok Rp50 ribu untuk dewasa dan Rp25 ribu untuk anak-anak.

Harga sewa perahu kini sebesar Rp100 ribu untuk tiga orang dan belum termasuk pakan. Jika sebelumnya pakan dan perahu masih dalam satu paket, kini harga pakan terpisah, yakni Rp25 ribu per kantong.

Sementara itu, harga kamera bawah air (underwater camera) sebesar Rp250 ribu.

Untuk penerbangan drone menggunakan perahu love dipatok Rp550 ribu untuk dua orang.

Penggunaan drone dengan perahu kayak sebesar Rp450 ribu per orang, menggunakan padel Rp400 ribu, serta drone menggunakan perahu biasa Rp275 ribu untuk tiga orang.

Fasilitas pendukung lainnya meliputi pelampung renang Rp25 ribu, lokasi snorkeling Rp35 ribu, dan lokasi diving Rp60 ribu.

Untuk wisatawan mancanegara, tarif snorkeling berbeda yakni Rp50 ribu, sementara diving tetap sama. Sewa baju renang Rp50 ribu, handuk Rp25 ribu, serta pemandu snorkeling Rp50 ribu.

“Semua harga rata-rata berubah, hanya tiket masuk yang masih sama,” ungkap Ain, penjaga loket wisata, di sela-sela melayani pengunjung.

Wisata Botubarani menjadi salah satu destinasi berbasis konservasi laut yang dikenal secara nasional.

Kehadiran hiu paus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat pesisir, sekaligus mendorong kesadaran akan pentingnya perlindungan satwa laut.

Hiu paus, dengan nama latin Rhincodon typus, merupakan spesies ikan terbesar di dunia dengan panjang tubuh yang dapat mencapai lebih dari 12 meter.

Meski bertubuh raksasa, hiu paus dikenal jinak karena bukan predator, melainkan pemakan plankton, krill, dan ikan-ikan kecil.

Ciri khas hiu paus adalah tubuh besar berwarna abu-abu gelap dengan totol-totol putih menyerupai bintang di langit.

Sejak 2016, hiu paus rutin muncul di perairan Botubarani dan menjelma menjadi ikon wisata bahari Gorontalo.

Aturan Berinteraksi dengan Hiu Paus

Untuk menjaga keselamatan pengunjung dan kelestarian hiu paus, pengelola menetapkan sejumlah aturan yang wajib dipatuhi, di antaranya:

  • Tidak lebih dari tujuh kapal berizin resmi yang beroperasi dalam satu waktu.
  • Jumlah maksimum penyelam atau snorkeler adalah delapan wisatawan ditambah satu pemandu.
  • Pengunjung dilarang menyentuh hiu paus dalam kondisi apa pun.
  • Tidak menggunakan lampu blitz saat mengambil foto.
  • Menjaga jarak minimal tiga meter dari tubuh hiu paus dan empat meter dari bagian ekornya.

Aturan tersebut diterapkan untuk memastikan interaksi wisata berlangsung aman tanpa mengganggu perilaku alami hiu paus di habitatnya.

Menurut pengelola lainnya, Salim Latif, memasuki awal 2026 kunjungan wisatawan dari luar daerah meningkat signifikan, termasuk wisatawan mancanegara.

“Mereka ada yang datang pakai perahu kaca, snorkeling, sampai kasih makan hiu paus. Turis luar negeri juga lebih banyak dari biasanya,” katanya.

Untuk diketahui, jarak tempuh dari Pelabuhan Ferry Gorontalo ke wisata Hiu Paus Botubarani relatif dekat, hanya sekitar sembilan menit perjalanan.

Sementara dari Bandara Djalaludin Gorontalo, jarak tempuh sekitar 47,4 kilometer dengan waktu perjalanan kurang lebih satu jam tujuh menit.
(*Jefri)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Rabu, 18 Maret 2026 (28 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:28
Subuh 04:38
Zhuhr 11:59
‘Ashr 15:01
Maghrib 18:02
‘Isya’ 19:10

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved