Senin, 16 Maret 2026

Tribun Podcast

Pesawat Rute Djalaludin Gorontalo ke Pohuwato Sepi Penumpang, Diduga Warga Masih Trauma

Tingkat keterisian penumpang penerbangan perintis ke Bandara Pohuwato hanya berada di angka sekitar 2 persen dalam sepanjang 2025.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Minimnya minat masyarakat menggunakan penerbangan perintis rute Gorontalo–Pohuwato sepanjang 2025 menjadi sorotan serius pengelola bandara dan Kementerian Perhubungan.

Tingkat keterisian penumpang pada rute tersebut tercatat sangat rendah, hanya berkisar 2 persen, sehingga masuk dalam daftar evaluasi rutin.

Kondisi tersebut terungkap dalam Podcast TribunGorontalo.com bertajuk Bandara Djalaluddin dan Hal-hal yang Jarang Dibicarakan, yang disiarkan langsung dari Studio TribunGorontalo.com.

Kepala Bandara Djalaluddin Gorontalo, Joko Harjani, hadir sebagai narasumber dan memaparkan situasi terkini penerbangan perintis di wilayah Gorontalo.

Tampak Bandara Panua Pohuwato dari depan, Sabtu (20/4/2024).
Tampak Bandara Panua Pohuwato dari depan, Sabtu (20/4/2024). (TribunGorontalo.com/RahmanHalid)

Joko menjelaskan bahwa meskipun rute ke Pohuwato masih tercantum dalam program angkutan udara perintis nasional pada 2025, tingkat pemanfaatannya jauh dari harapan.

“Selama beberapa bulan terakhir, okupansi penumpangnya sangat kecil, hanya sekitar dua persen. Ini tentu menjadi tantangan besar,” ujar Joko.

Ia menuturkan, pengaktifan kembali Bandara Pohuwato sejatinya bertujuan membuka akses transportasi udara ke wilayah yang relatif terpencil.

Namun dalam praktiknya, masyarakat belum menunjukkan antusiasme untuk menggunakan moda transportasi tersebut.

Faktor Trauma dan Keraguan Terhadap Pesawat Kecil

Menurut Joko, rendahnya minat terbang ke Pohuwato dipengaruhi oleh dua faktor utama.

Salah satunya adalah trauma masyarakat akibat insiden kecelakaan pesawat yang terjadi pada 2024.

“Dampaknya cukup panjang. Rasa takut itu masih ada dan memengaruhi keputusan masyarakat untuk terbang,” katanya.

Selain itu, jenis pesawat perintis yang digunakan juga menjadi pertimbangan tersendiri bagi calon penumpang.

Joko menyebut, sebagian besar warga Gorontalo sudah terbiasa menggunakan pesawat berukuran lebih besar.

Penerbangan pertama kali ke Bandara Panua Pohuwato menggunakan maskapai SAM Air, 18 Februari 2024.
Penerbangan pertama kali ke Bandara Panua Pohuwato menggunakan maskapai SAM Air, 18 Februari 2024. (Herjianto Tangahu)

“Ketika harus menggunakan pesawat kecil, banyak yang masih ragu, meskipun secara keselamatan sudah memenuhi standar,” ujarnya.

Padahal, penerbangan perintis tidak berorientasi pada keuntungan semata.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Senin, 16 Maret 2026 (26 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:29
Subuh 04:39
Zhuhr 12:00
‘Ashr 15:03
Maghrib 18:03
‘Isya’ 19:11

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved