Kaleidoskop 2025
Data Sementara! Nyaris 500 Perempuan dan Anak di Gorontalo jadi Korban Kekerasan Tahun 2025
Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Gorontalo masih tercatat tinggi pada tahun 2025.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-kekerasan-anak.jpg)
Ia menambahkan bahwa lingkup pemberdayaan tidak hanya berhenti di tingkat desa. Ia menilai bahwa keluarga adalah titik terdekat yang mampu mendeteksi persoalan sejak awal.
“Bahkan lebih kecil lagi dari desa, yaitu keluarga. Butuh dukungan keluarga,” tegasnya.
Bagi Yana, keluarga menjadi garda terdepan karena orang tua harus mengetahui keberadaan dan aktivitas anak setiap hari.
Ia menyebut hal ini sebagai fondasi penting untuk mencegah anak terpapar kekerasan atau situasi berisiko.
“Pastikan anak ada di mana, sedang apa, dan dengan siapa. Itu harus diketahui ibu dan bapaknya,” kata Yana.
Harapan Penurunan Kekerasan di Gorontalo
Dengan fokus pada pencegahan, Dinas PPA meyakini angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Gorontalo dapat ditekan secara signifikan.
Yana optimis bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga akan membawa perubahan nyata di tahun 2026.
“Kalau semua bergerak, saya yakin kekerasan terhadap perempuan dan anak akan berkurang,” ucapnya.
Langkah ini sekaligus menjadi fase baru bagi Dinas PPA dalam memperkuat sistem perlindungan berbasis komunitas.
Pendekatan ini diharapkan menjadi pola pembangunan sosial yang berkelanjutan di Provinsi Gorontalo.(*)
| 5 Kasus Pembunuhan Melibatkan Oknum TNI Jadi Sorotan Publik |
|
|---|
| Kasus Narkoba di Gorontalo Tahun 2025 Meningkat Dua Kali Lipat, 62 Remaja Direhabilitasi |
|
|---|
| 73 Warga Gorontalo Meninggal Akibat Kecelakaan Kendaraan |
|
|---|
| 31 Operasi SAR Sepanjang 2025, Lima Korban Masih Hilang di Gorontalo |
|
|---|
| 58 Kebakaran Terjadi di Kota Gorontalo Sepanjang 2025, Gara-gara Instalasi Listrik Paling Dominan |
|
|---|