Rabu, 11 Maret 2026

Kaleidoskop 2025

Data Sementara! Nyaris 500 Perempuan dan Anak di Gorontalo jadi Korban Kekerasan Tahun 2025

Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Gorontalo masih tercatat tinggi pada tahun 2025.

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Data Sementara! Nyaris 500 Perempuan dan Anak di Gorontalo jadi Korban Kekerasan Tahun 2025
Ist
ILUSTRASI --- Data kekerasan terhadap perempuan dan anak di Gorontalo. 

Ringkasan Berita:
  • Nyaris 500 perempuan dan anak di Gorontalo jadi korban kekerasan. 
  • Kekerasan yang dimaksud meliputi fisik, psikis, seksual, ekploitasi, perdagangan, hingga penelantaran
  • Pola kekerasan terhadap perempuan dan anak di Gorontalo telah terlihat sejak beberapa tahun sebelumnya

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Gorontalo masih tercatat tinggi pada tahun 2025.

Meski baru data sementara, tapi angka yang dipaparkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Provinsi Gorontalo itu cukup mengkhawatirkan. 

Meski belum final, namun data sementara itu mengungkap nyaris 500 perempuan dan anak di Gorontalo jadi korban kekerasan. 

Kekerasan yang dimaksud meliputi fisik, psikis, seksual, ekploitasi, perdagangan, hingga penelantaran dan jenis-jenis lain yang tak teridentifikasi. 

Secara rinci, berikut data kasus sementara tahun 2025 ini:

  • Kekerasan fisik: 208 korban
  • Kekerasan psikis: 18 korban
  • Kekerasan seksual: 245 korban
  • Eksploitasi: 2 korban
  • Perdagangan orang (trafficking): 5 korban
  • Penelantaran: 11 korban
  • Kategori lainnya: 9 korban

Angka sementara tahun 2025 tersebut sejatinya tidak berdiri sendiri. Jika ditarik ke belakang, pola kekerasan terhadap perempuan dan anak di Gorontalo telah terlihat sejak beberapa tahun sebelumnya dan cenderung belum mengalami penurunan signifikan.

Pada tahun 2023, Dinas PPPA Provinsi Gorontalo mencatat ratusan korban kekerasan perempuan dan anak dengan dominasi kasus kekerasan seksual.

Saat itu, kekerasan fisik tercatat 94 korban, kekerasan psikis 13 korban, dan kekerasan seksual mencapai 178 korban.

Adapula kasus eksploitasi, perdagangan orang, serta penelantaran. Sebaran kasus terjadi hampir di seluruh kabupaten dan kota.

Memasuki 2024, laporan kasus masih menunjukkan situasi yang memprihatinkan.

Meski data yang disajikan lebih menitikberatkan pada aspek penanganan, tercatat sedikitnya 44 korban telah mendapatkan layanan pendampingan sepanjang tahun tersebut.

Fakta ini mengindikasikan bahwa kekerasan masih terus terjadi, meski tidak seluruhnya terpotret secara utuh dalam rekap data tahunan.

Rangkaian data 2023 hingga 2025 tersebut memperlihatkan satu benang merah, yakni kekerasan terhadap perempuan dan anak di Gorontalo berlangsung secara berulang dan belum sepenuhnya terputus. 

Upaya PPPA Gorontalo

Upaya pencegahan dan penanganan disebut akan terus diperkuat, termasuk melalui pendampingan korban, penyediaan rumah perlindungan, serta penguatan koordinasi lintas sektor di tingkat kabupaten dan kota.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Rabu, 11 Maret 2026 (21 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:08
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:12

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved