Kaleidoskop 2025
Data Sementara! Nyaris 500 Perempuan dan Anak di Gorontalo jadi Korban Kekerasan Tahun 2025
Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Gorontalo masih tercatat tinggi pada tahun 2025.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-kekerasan-anak.jpg)
Ringkasan Berita:
- Nyaris 500 perempuan dan anak di Gorontalo jadi korban kekerasan.
- Kekerasan yang dimaksud meliputi fisik, psikis, seksual, ekploitasi, perdagangan, hingga penelantaran
- Pola kekerasan terhadap perempuan dan anak di Gorontalo telah terlihat sejak beberapa tahun sebelumnya
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Gorontalo masih tercatat tinggi pada tahun 2025.
Meski baru data sementara, tapi angka yang dipaparkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Provinsi Gorontalo itu cukup mengkhawatirkan.
Meski belum final, namun data sementara itu mengungkap nyaris 500 perempuan dan anak di Gorontalo jadi korban kekerasan.
Kekerasan yang dimaksud meliputi fisik, psikis, seksual, ekploitasi, perdagangan, hingga penelantaran dan jenis-jenis lain yang tak teridentifikasi.
Secara rinci, berikut data kasus sementara tahun 2025 ini:
- Kekerasan fisik: 208 korban
- Kekerasan psikis: 18 korban
- Kekerasan seksual: 245 korban
- Eksploitasi: 2 korban
- Perdagangan orang (trafficking): 5 korban
- Penelantaran: 11 korban
- Kategori lainnya: 9 korban
Angka sementara tahun 2025 tersebut sejatinya tidak berdiri sendiri. Jika ditarik ke belakang, pola kekerasan terhadap perempuan dan anak di Gorontalo telah terlihat sejak beberapa tahun sebelumnya dan cenderung belum mengalami penurunan signifikan.
Pada tahun 2023, Dinas PPPA Provinsi Gorontalo mencatat ratusan korban kekerasan perempuan dan anak dengan dominasi kasus kekerasan seksual.
Saat itu, kekerasan fisik tercatat 94 korban, kekerasan psikis 13 korban, dan kekerasan seksual mencapai 178 korban.
Adapula kasus eksploitasi, perdagangan orang, serta penelantaran. Sebaran kasus terjadi hampir di seluruh kabupaten dan kota.
Memasuki 2024, laporan kasus masih menunjukkan situasi yang memprihatinkan.
Meski data yang disajikan lebih menitikberatkan pada aspek penanganan, tercatat sedikitnya 44 korban telah mendapatkan layanan pendampingan sepanjang tahun tersebut.
Fakta ini mengindikasikan bahwa kekerasan masih terus terjadi, meski tidak seluruhnya terpotret secara utuh dalam rekap data tahunan.
Rangkaian data 2023 hingga 2025 tersebut memperlihatkan satu benang merah, yakni kekerasan terhadap perempuan dan anak di Gorontalo berlangsung secara berulang dan belum sepenuhnya terputus.
Upaya PPPA Gorontalo
Upaya pencegahan dan penanganan disebut akan terus diperkuat, termasuk melalui pendampingan korban, penyediaan rumah perlindungan, serta penguatan koordinasi lintas sektor di tingkat kabupaten dan kota.
| 5 Kasus Pembunuhan Melibatkan Oknum TNI Jadi Sorotan Publik |
|
|---|
| Kasus Narkoba di Gorontalo Tahun 2025 Meningkat Dua Kali Lipat, 62 Remaja Direhabilitasi |
|
|---|
| 73 Warga Gorontalo Meninggal Akibat Kecelakaan Kendaraan |
|
|---|
| 31 Operasi SAR Sepanjang 2025, Lima Korban Masih Hilang di Gorontalo |
|
|---|
| 58 Kebakaran Terjadi di Kota Gorontalo Sepanjang 2025, Gara-gara Instalasi Listrik Paling Dominan |
|
|---|