Kaleidoskop 2025
Data Sementara! Nyaris 500 Perempuan dan Anak di Gorontalo jadi Korban Kekerasan Tahun 2025
Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Gorontalo masih tercatat tinggi pada tahun 2025.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-kekerasan-anak.jpg)
Hal itu dikuatkan juga oleh Dinas PPA Gorontalo dimana menetapkan tahun 2026 sebagai fase penguatan upaya pencegahan atau preventif.
Langkah ini diambil setelah evaluasi panjang menunjukkan bahwa angka kekerasan terhadap perempuan dan anak masih terjadi dan memerlukan pendekatan yang lebih menyentuh akar persoalan.
Kepala Dinas PPPA Provinsi Gorontalo, Yana Yanti yang telah diwawancarai Rabu (3/12/2025), mengatakan bahwa pola penanganan yang dilakukan selama ini telah memberikan hasil, namun tindak pencegahan harus semakin dimajukan.
Menurutnya, perubahan cara pandang masyarakat menjadi kunci agar kekerasan tidak lagi terulang dari tahun ke tahun.
“Kami lebih mengutamakan upaya preventif di tahun 2026,” ujar Yana.
Ia menjelaskan bahwa pola kekerasan banyak berakar dari isu budaya yang sudah mengakar, seperti diskriminasi dan pola pikir patriarki.
Karena itu, menurutnya, pencegahan jauh lebih efektif dibanding hanya mengobati masalah setelah terjadi.
“Pencegahan itu soal merubah mindset. Jangan diskriminasi, jangan patriarki. Kalau pola pikir berubah, tindakan negatif terhadap perempuan dan anak ikut berkurang,” jelasnya.
Yana mengatakan bahwa pendekatan preventif juga memberi ruang untuk efisiensi anggaran, karena fokus diarahkan pada edukasi dan penguatan kapasitas masyarakat.
Maka tentu, pendekatan ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi membutuhkan peran luas dari kelompok sosial.
“Kami butuh partisipasi masyarakat. Ada tokoh agama, tokoh adat, sektor swasta, sampai instansi teknis. Kalau cuma kami sendiri, ini tidak akan berhasil,” katanya.
Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak Jadi Program Utama 2026
Pada tahun 2026, Dinas PPA mengikuti arahan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk memperkuat program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA).
Baca juga: Gempa M 5,9 di Enggano Dirasakan di Tiga Daerah hingga MMI III, Ini Artinya bagi Warga
Program ini dipilih karena dinilai mampu menyentuh langsung struktur sosial di tingkat dasar.
“Program ini dimulai dari desa. Perempuan dan anak diberdayakan dari desa,” ungkap Yana.
| 5 Kasus Pembunuhan Melibatkan Oknum TNI Jadi Sorotan Publik |
|
|---|
| Kasus Narkoba di Gorontalo Tahun 2025 Meningkat Dua Kali Lipat, 62 Remaja Direhabilitasi |
|
|---|
| 73 Warga Gorontalo Meninggal Akibat Kecelakaan Kendaraan |
|
|---|
| 31 Operasi SAR Sepanjang 2025, Lima Korban Masih Hilang di Gorontalo |
|
|---|
| 58 Kebakaran Terjadi di Kota Gorontalo Sepanjang 2025, Gara-gara Instalasi Listrik Paling Dominan |
|
|---|