Rabu, 4 Maret 2026

Berita Gorontalo

Pengemudi Bentor Akui Simpang Lima Telaga Makin Padat, Flyover Dinilai Bisa Jadi Jalan Keluar

Rencana pembangunan flyover di kawasan Simpang Lima Kota Gorontalo–Telaga mulai menuai respons dari warga, terutama mereka yang setiap

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Pengemudi Bentor Akui Simpang Lima Telaga Makin Padat, Flyover Dinilai Bisa Jadi Jalan Keluar
TribunGorontalo.com/Herjianto
RENCANA FLYOVER -- Kepadatan kendaraan di Simpang Lima Telaga - Kota Gorontalo, Jumat (12/12/2025). Pemerintah berencana bangun Flyover di Simpang Lima Telaga - Kota Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Rencana pembangunan flyover di kawasan Simpang Lima Kota Gorontalo–Telaga mulai menuai respons dari warga, terutama mereka yang setiap hari bergulat dengan kemacetan di Jembatan Telaga.

Para pengemudi bentor, yang menjadi saksi langsung kepadatan arus kendaraan saban pagi dan sore, turut menyuarakan pendapat.

Dua di antaranya, Sofyan Harun dan Karam Masalata, pengemudi bentor asal Desa Hulawa, Telaga, mengaku sudah sangat hafal ritme lalu lintas di kawasan tersebut.

Hampir setiap hari mereka mangkal di sekitar jembatan, mengamati pertemuan arus kendaraan dari Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo yang kerap menumpuk di satu titik.

Baca juga: Bupati Lampung Tengah Ardito Diduga Terima Fee Proyek Sejak Menjabat, Dananya Tutupi Utang Pilkada

Rencana pembangunan flyover yang sempat mencuat dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Gorontalo membuat keduanya penasaran.

Awalnya, mereka mengaku bingung membayangkan bentuk dan cara kerja flyover itu. Namun setelah mendapat penjelasan sederhana, sikap mereka berubah.

“Kalau untuk mengurangi kemacetan, saya setuju,” ujar Sofyan, Jumat (12/12/2025).

Menurutnya, puncak kemacetan biasanya terjadi pada sore hari ketika arus pulang kantor memadati jembatan. Antrean panjang sering kali melebar hingga ke pertigaan di depan.

Pada pagi hari situasinya memang lebih ringan, meski sesekali terjadi kepadatan. Upaya polisi mengalihkan arus melalui jalur selatan dinilai belum cukup mengatasi masalah.

Sofyan menegaskan, penyebab utama kemacetan bukan semata kendaraan besar, tetapi volume kendaraan yang bertemu di satu titik pada waktu yang sama.

“Kendaraan dari berbagai arah berkumpul di Simpang Lima. Jadi mau tidak mau tersendat,” ujarnya.

Senada dengan Sofyan, Karam Masalata menilai Jembatan Telaga adalah jalur vital yang tak mungkin ditinggalkan warga.

Alternatif jalan memang ada, tetapi jaraknya memutar dan jarang diminati.

“Ini jembatan utama. Kalau pun ada jalan lain, orang malas mutar,” ungkapnya.

Ia menilai kehadiran flyover bisa membantu mengurai kemacetan tanpa memaksa pengendara mencari jalur lain.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Rabu, 04 Maret 2026 (14 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:32
Subuh 04:42
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:14
Maghrib 18:06
‘Isya’ 19:14

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved