Berita Gorontalo
Pengemudi Bentor Akui Simpang Lima Telaga Makin Padat, Flyover Dinilai Bisa Jadi Jalan Keluar
Rencana pembangunan flyover di kawasan Simpang Lima Kota Gorontalo–Telaga mulai menuai respons dari warga, terutama mereka yang setiap
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/RENCANA-FLYOVER-Kepadatan-kendaraan-di-Simpang-Lima-Telaga.jpg)
Terlebih, kata Karam, kepadatan di kawasan itu terasa kian parah dalam beberapa waktu terakhir.
“Lebar dan panjang jalan tetap sama, sementara kendaraan bertambah terus. Belum lagi sekarang ada sepeda listrik,” katanya.
Pantauan TribunGorontalo.com juga menunjukkan kondisi serupa. Laju kendaraan dari arah Telaga Park menuju Simpang Lima bergerak sangat pelan, terutama roda empat.
Arus kendaraan dari lima jalur berbeda yang bertemu di satu titik membuat mobilitas tersendat sepanjang sore.
Sebelumnya, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dalam paripurna 5 Desember 2025 mengungkapkan bahwa pemerintah telah memasukkan visibility study pembangunan Flyover Simpang Lima ke dalam APBD 2026.
“Jadi kita teliti dulu, kita kaji dulu cocok atau tidak. Yang jelas data awalnya mendukung,” ujarnya.
Ia menyebut, laporan terakhir menunjukkan tingkat kepadatan di kawasan itu sudah melampaui 75 persen pada pagi dan sore hari.
“Itu indikator bahwa tidak lama lagi kemacetan akan semakin parah kalau kita tidak memikirkan flyover,” jelasnya.
Gusnar menambahkan, pembahasan dengan Kementerian PUPR sudah berjalan.
“Mudah-mudahan bisa didukung terus dan ini menjadi kenyataan,” pungkasnya. (*)
| Mahasiswa Pendidikan UNG Bicara Realita Profesi Guru, Ada yang Mengaku Sempat Menyesal |
|
|---|
| Tegas! Wagub Idah Syahidah Tutup Satu Dapur MBG di Kota Gorontalo, 3 Kali Teguran tak Digubris |
|
|---|
| Isu SPPG Diprioritaskan Jadi PPPK, Guru di Gorontalo: Kurang Adil |
|
|---|
| Nilai Zakat Fitrah Seluruh Wilayah di Gorontalo, dari Rp 40-45 Ribu, Berikut Detilnya |
|
|---|
| 5 Karyawan Tambang Pani Pohuwato Gorontalo Diduga Curi Material Mengandung Emas, 10 Kg Dibawa ke Kos |
|
|---|