Lipsus Penyakit Ditanggung BPJS
Gorontalo Hadapi Tiga Masalah Kesehatan Sekaligus, Akademisi UNG Angkat Suara
Data BPJS Kesehatan Cabang Gorontalo menunjukkan lonjakan kasus penyakit sepanjang 2025, mulai dari hipertensi, influenza, hingga ISPA.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PENYAKIT-DI-GORONTALO-Dosen-Kesehatan-Masyarakat-Universitas-Negeri.jpg)
Irwan menilai tingginya angka tersebut bukan semata karena gaya hidup, tapi juga karena kinerja tenaga kesehatan yang makin aktif melakukan pemeriksaan.
“Kalau tidak screening, kita tidak akan tahu. Ini justru menunjukkan kerja teman-teman di lapangan meningkat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa karakter penyakit di tiap daerah berbeda.
Di Kabupaten Pohuwato, malaria masih cukup tinggi, sementara di Kota Gorontalo, TBC dan HIV/AIDS jadi penyakit yang paling banyak ditemukan.
Menurut Irwan, pengendalian penyakit tidak bisa hanya mengandalkan sistem kesehatan formal.
Intervensi komunitas juga penting untuk memutus rantai penyebaran penyakit.
“Dulu ada, tapi sekarang mulai kendor. Padahal itu sangat membantu,” tutupnya. (*)
Tiga Masalah Kesehatan
Akademisi UNG
Lipsus Penyakit Ditanggung BPJS
Multiangle
Eksklusif
Meaningful
| Kasus Hipertensi di Gorontalo Tinggi! Ternyata Ini Kebiasaan Sehari-hari Warga yang Jadi Pemicu |
|
|---|
| Dinas Kesehatan Ungkap Penyebab Tingginya Kasus Hipertensi di Gorontalo |
|
|---|
| BPJS Kesehatan Jamin 221 Fasilitas Layanan di Gorontalo, Raih UHC Prioritas |
|
|---|
| Hipertensi Jadi Penyakit Terbanyak Ditangani BPJS Kesehatan Gorontalo |
|
|---|