Berita International
China Pamer Target Iklim Baru, Xi Sindir Trump di Panggung PBB
China memimpin sejumlah negara dalam mengumumkan rencana baru penanganan krisis iklim pada Rabu (24/9/2025).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KOLASE-Parade-Militer-Raksasa-Tiongkok.jpg)
Li Shuo, Direktur China Climate Hub di Asia Society, menyebut pengumuman itu masih kurang ambisius jika dibandingkan dengan pertumbuhan pesat energi terbarukan dan kendaraan listrik di China.
“Komitmen ini mencerminkan langkah hati-hati sesuai tradisi politik Beijing: stabil dan terukur, tetapi di baliknya ada realitas ekonomi yang jauh lebih besar,” ujar Li.
Menurutnya, dominasi China di bidang teknologi hijau dan mundurnya AS bisa mendorong Beijing tampil lebih proaktif di panggung global.
Dunia Dinilai Masih Kurang Ambisi
Pengumuman itu juga dipandang masih jauh dari cukup untuk menghadapi dampak iklim yang kian parah. Presiden Brasil, Luis Inacio Lula da Silva, menegaskan komitmen negara-negara menjelang KTT Iklim COP30 di negaranya pada November nanti akan membuktikan apakah dunia benar-benar percaya pada sains.
Brasil sendiri berkomitmen memangkas emisi 59–67 persen pada 2035 serta memperkuat perang melawan deforestasi. “Masyarakat akan berhenti percaya pada pemimpinnya. Kita semua akan kalah jika penyangkalan yang justru menang,” kata Lula.
Sekjen PBB Antonio Guterres menilai dunia memang sudah bergerak, meski lambat. Ia menyebut Perjanjian Paris berhasil menurunkan proyeksi kenaikan suhu global dari 4 derajat Celsius menjadi 2,6 derajat.
Namun angka itu masih jauh dari target 1,5 derajat, sementara saat ini suhu global sudah naik lebih dari 1,2 derajat dari era praindustri.
“Sekarang, kita membutuhkan rencana baru untuk 2035 yang lebih jauh dan lebih cepat,” tegas Guterres.
Komitmen Negara Lain
Uni Eropa hingga kini belum menyepakati target iklim 2035. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyebut blok itu tetap berada di jalur untuk pemangkasan emisi 55 persen pada 2030, sementara target 2035 diperkirakan berada di kisaran 66–72 persen.
Australia juga mengumumkan target ambisius: memangkas emisi 62–70 persen pada 2035 dibanding level 2005.
“Kami ingin membawa dunia bergerak bersama menghadapi iklim, bukan dengan meminta negara lain mengorbankan pekerjaan atau keamanan rakyatnya, tapi dengan berbagi peluang,” kata Perdana Menteri Anthony Albanese.
Sementara itu, Palau yang mewakili 39 negara Alliance of Small Island States menargetkan pemangkasan emisi hingga 44 persen dari level 2015 pada 2035.
Presiden Palau Surangel Whipps mengingatkan adanya kewajiban hukum internasional yang ditegaskan Mahkamah Internasional bagi negara-negara besar untuk berbuat lebih.
“Mereka yang punya tanggung jawab terbesar dan kapasitas terbesar harus berbuat jauh lebih banyak,” tandasnya. (*)
China Pamer Target Iklim Baru
Xi Sindir Trump
Panggung PBB
Presiden Xi Jinping
Berita International
| Dokter di China Tanam Hati Babi yang Dimodifikasi Genetik ke Tubuh Pasien Manusia |
|
|---|
| Presiden Amerika Trump Resmi Naikkan Tarif Impor Brasil 50 Persen, Lula Siap Balas |
|
|---|
| Pernikahan Gagal saat Jumpa Keluarga, Ternyata Ibunya Mantan Kekasih Calon Ayah Mertuanya |
|
|---|
| Tega Suami Siksa Istrinya saat Bulan Madu hingga Tewas, dan Mirisnya Mayatnya di Tinggalkan di Hotel |
|
|---|
| Mantan Presiden AS Donald Trump Hadapi Sidang Ganti Rugi Akibat Dugaan Pelecehan Seksual |
|
|---|