Mapala Gorontalo Meninggal
Investigasi Kematian Mahasiswa Gorontalo, Diksar Mapala yang Diikuti Jeksen Rupanya Tak Miliki Izin
Dalam keterangannya, Eduart menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Rektor-Universitas-Negeri-Gorontalo-Eduart-Wolok-saat-konferensi-pers-Selasa-2392025.jpg)
Kronologi dari Senior
Sebelumnya, senior korban di salah satu paguyuban mahasiswa, La Ode Amar, mengungkapkan detik-detik terakhir Jeksen.
Amar mengaku menerima pesan singkat dari korban pada Minggu (21/9/2025) malam.
“Jemput saya, Kak. Saya sakit, bawa saya ke rumah sakit,” kata Amar menirukan isi pesan korban.
Saat tiba di sekretariat Mapala, Amar kaget melihat kondisi juniornya.
“Mukanya bengkak, sudah tidak berbentuk,” ungkapnya.
Karena kesulitan berbicara, Jeksen hanya bisa berkomunikasi melalui tulisan di ponsel.
Korban sempat dilarikan ke RS Bunda, namun karena ruang perawatan penuh, akhirnya dirawat di RS Aloei Saboe hingga dinyatakan meninggal dunia pada Senin (22/9/2025) pagi sekitar pukul 07.00 Wita.
(tribungorontalo.com/jefry potabuga/herjianto tangahu)