Mapala Gorontalo Meninggal
Investigasi Kematian Mahasiswa Gorontalo, Diksar Mapala yang Diikuti Jeksen Rupanya Tak Miliki Izin
Dalam keterangannya, Eduart menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Rektor-Universitas-Negeri-Gorontalo-Eduart-Wolok-saat-konferensi-pers-Selasa-2392025.jpg)
"Jika organisasi itu tidak memberi manfaat, tentu akan kami evaluasi. Kalau masih bisa dibina, maka pembinaan akan dilakukan. Tetapi bisa juga ada pembekuan sementara," katanya.
Selain organisasi, sanksi terhadap mahasiswa peserta maupun panitia juga akan dipertimbangkan.
Eduart menyebut, bentuknya bisa berupa teguran, skorsing, hingga tindakan akademik lainnya.
"Penertiban organisasi itu pasti. Untuk sanksi terhadap mahasiswa, kami akan melihat hasil investigasi. Tidak menutup kemungkinan ada skorsing atau tindakan lain sesuai ketentuan," ungkapnya.
Eduart menegaskan, pihaknya tidak akan melindungi siapa pun yang terbukti lalai dalam kasus ini. Termasuk apabila ada dosen atau pimpinan fakultas yang ikut bertanggung jawab.
"Tidak ada toleransi. Siapa pun yang terbukti lalai atau melanggar, baik mahasiswa, organisasi, maupun dosen sekalipun, akan ditindak sesuai aturan," pungkasnya.
Keluarga Jeksen lapor polisi
Kasus meninggalnya Muhamad Jeksen (MJ), mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) usai mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala), memasuki babak baru.
Pihak keluarga korban memastikan menempuh jalur hukum untuk mengusut tuntas penyebab kematian Jeksen.
Langkah hukum ini ditegaskan oleh kakak korban, Elfin, yang telah mendapat kuasa penuh dari keluarga untuk melaporkan peristiwa tersebut ke kepolisian.
"Tetap akan diproses hukum," tegas Elfin saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, pada Senin (22/9/2025).
Menurut Elfin, keputusan untuk melapor didasari oleh pesan yang sempat ditulis Jeksen di telepon genggamnya sebelum meninggal dunia.
Dalam pesan itu, korban menyebut bahwa luka bengkak yang dialaminya adalah akibat tamparan.
“Sebelum korban meninggal, dia sempat mengetik di handphone bahwa bengkaknya ini akibat tempeleng,” ungkap Elfin.
Ia menjelaskan, adiknya sudah tidak mampu berbicara saat itu karena kondisi leher dan pipinya yang membengkak parah.