Mapala Gorontalo Meninggal
Investigasi Kematian Mahasiswa Gorontalo, Diksar Mapala yang Diikuti Jeksen Rupanya Tak Miliki Izin
Dalam keterangannya, Eduart menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Rektor-Universitas-Negeri-Gorontalo-Eduart-Wolok-saat-konferensi-pers-Selasa-2392025.jpg)
Elfin juga menyayangkan sikap panitia Diksar yang menurutnya tidak mendampingi korban saat dirawat di rumah sakit.
Setelah mengantar jenazah ke kampung halaman di Muna, Sulawesi Tenggara, Elfin bersama keluarga langsung mendatangi Polda Gorontalo untuk membuat laporan resmi. Dari Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Gorontalo, kasus ini diketahui telah dilimpahkan ke Polres Bone Bolango.
Baca juga: Jenazah Mahasiswa Gorontalo Dipulangkan ke Muna, Rekan Kampus Iringi Kepergian Jeksen
Keterangan Awal Polisi
Langkah proaktif keluarga ini berbeda dengan keterangan yang sebelumnya disampaikan Kapolres Bone Bolango, AKBP Supriantoro.
Sebelum laporan resmi dibuat, Supriantoro menyatakan bahwa pihak keluarga telah sepakat untuk tidak mempermasalahkan kematian MJ.
“Sudah disepakati bahwa dari awal pihak keluarga tidak mempermasalahkan meninggalnya almarhum,” kata Supriantoro, Senin (22/9/2025).
Ia menambahkan, kesepakatan itu telah dibicarakan berulang kali antara pihak keluarga, paguyuban, dan perwakilan keluarga di Gorontalo.
Namun, ia juga menegaskan bahwa proses hukum tidak bisa berjalan tanpa adanya laporan resmi.
Sosok Jeksen
Mohamad Jeksen adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Mahasiswa angkatan 2024 itu sempat mengikuti pendidikan dasar Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) di UNG.
Diksar bertujuan melatih dan membekali anggota baru dengan pengetahuan dan keterampilan dasar yang diperlukan sebelum mereka resmi bergabung.
"Ya, dia angkatan 2024 Jurusan Sejarah," kata seorang dosen di FIS UNG saat dihubungi TribunGorontalo.com, Senin.
Menurutnya, Jeksen bergabung dalam kelompok diksar bersama beberapa mahasiswa yang berbeda angkatan.
"Bukan cuma angkatan 2024 saja yang ikut saat itu," tuturnya.