Dapur MBG Ditutup
Bayi di Tuladenggi Gorontalo Diduga Keracunan Kue Sus MBG, SPPG Ditutup Sementara
Kasus dugaan keracunan yang dialami seorang balita usai mengonsumsi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SPPG-di-Desa-Tuladenggi-Kecamatan-Telaga-Biru-fffff6666.jpg)
Ringkasan Berita:
- Seorang balita diduga keracunan usai mengonsumsi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Tuladenggi
- Peristiwa ini berujung pada penutupan sementara operasional SPPG oleh Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Provinsi Gorontalo,
- Kepala Regional BGN Provinsi Gorontalo, Zulkifl Talhumala, menjelaskan bahwa pihaknya mengambil langkah tegas dengan menutup sementara SPPG yang bermasalah
TRIBUNGORONTALO.COM, - Seorang balita diduga keracunan usai mengonsumsi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Peristiwa ini berujung pada penutupan sementara operasional SPPG oleh Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Provinsi Gorontalo, sambil menunggu proses evaluasi menyeluruh.
Relawan SPPG, Sunarti Sude, mengungkapkan bahwa makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan adalah kue sus yang dibagikan untuk menu berbuka puasa.
Ia menjelaskan, kue tersebut bukan makanan berat karena penyaluran selama Ramadan memang difokuskan pada makanan ringan.
Namun, kondisi kue yang diduga tidak layak konsumsi menjadi pemicu insiden tersebut.
Menurutnya, reaksi yang ditimbulkan pada balita tersebut terjadi sangat cepat setelah mengonsumsi kue.
“Lima menit sesudah makan itu dia muntah-muntah, baru sudah bangka wajahnya,” jelasnya saat diwawancarai wartawan TribunGorontalo.com, Rabu (18/3/2026).
Sunarti juga menyebut bahwa kue sus tersebut memiliki kandungan fla yang rentan basi jika tidak dikelola dengan baik.
Diduga, kue tersebut telah diproduksi beberapa hari sebelum akhirnya dikonsumsi.
Sebelumnya, pihak relawan mengaku pernah menolak penggunaan kue serupa karena dinilai tidak tahan lama.
“Sebelumnya pernah pakai dipesan di sini, karena tidak tahan lama makanya ditolak,” ujarnya.
Namun, kue yang didistribusikan dalam kasus ini ternyata dipesan dari luar tanpa koordinasi menyeluruh.
“Yang pesan Kepala SPPG tanpa sepengetahuan mitra dan dengan yayasan,” tambahnya.
BGN Tutup Sementara SPPG Desa Tuladenggi
Di tempat yang sama, Kepala Regional BGN Provinsi Gorontalo, Zulkifl Talhumala, menjelaskan bahwa pihaknya mengambil langkah tegas dengan menutup sementara SPPG yang bermasalah.