Dapur MBG Ditutup
Bayi di Tuladenggi Gorontalo Diduga Keracunan Kue Sus MBG, SPPG Ditutup Sementara
Kasus dugaan keracunan yang dialami seorang balita usai mengonsumsi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SPPG-di-Desa-Tuladenggi-Kecamatan-Telaga-Biru-fffff6666.jpg)
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen peningkatan kualitas layanan di tahun 2026.
Sebelum menyampaikan pernyataannya, Zulkifl menjelaskan bahwa fokus BGN kini tidak hanya pada kuantitas dapur, tetapi juga kualitas makanan yang disajikan.
“Dan kita sudah berkomitmen apabila ada SPPG yang melanggar SOP atau kejadian luar biasa di satu SPPG maka SPPG itu akan kita tutup sementara,” katanya kepada wartawan TribunGorontalo.com
Terkait kasus di Tuladenggi, ia menyebut adanya laporan dugaan keracunan dari Dinas Kesehatan.
“Kemarin ada informasi dari dinas kesehatan juga bahwa terjadi dugaan keracunan itu dari konsumsi makanan dari SPPG,” ungkapnya.
Meski demikian, Zulkifl menegaskan bahwa penutupan ini bersifat sementara dan bukan pemutusan hubungan kerja.
Ke depan, pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk pembinaan terhadap relawan dan pengelola SPPG.
“Ada beberapa perjanjian yang harus dilakukan kembali dan para relawan dilakukan pelatihan dan pembimbingan lagi, kepala SPPG-nya juga dibimbing kembali,” jelasnya.
Diketahui, SPPG Tuladenggi melayani sekitar 3.100 hingga 3.200 penerima manfaat, termasuk pelajar, bayi, dan ibu hamil.
2 Dapur MBG di Gorontalo Ditutup, BGN Temukan Pelanggaran SOP
Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Gorontalo mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi bagian dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dua dapur tersebut masing-masing berada di Kelurahan Limba U, Kota Gorontalo dan Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.
Informasi penutupan ini turut disampaikan Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas BGN Provinsi Gorontalo melalui akun Facebook pribadinya.
“Ada dua SPPG yang ditutup Limba U dan Tuladenggi menyusul yang lain,” tulis Idah dalam status yang diposting sekitar pukul 05.30 Wita, Rabu (18/3/2026).
Status tersebut langsung menarik perhatian publik. Hingga kini, unggahan itu telah menuai ratusan respons, dengan 195 komentar dan 150 kali dibagikan oleh warganet.
Penutupan ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan BGN dalam beberapa pekan terakhir, ditemukan berbagai pelanggaran terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.